Tentang Senja [VERSI REVISI]

Tentang Senja [VERSI REVISI]

  • WpView
    Reads 154,933
  • WpVote
    Votes 11,562
  • WpPart
    Parts 77
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 14, 2025
[Sequel Ameera] "Jikalau kamu mengajarkan aku pergi saat pergantian hari, aku akan mengajarkanmu menunggu setiap hari." "Tiada yang lebih indah saat berdua bersamamu saling bersujud di atas tanah yang sama, kemudian menengadahkan tangan dengan aamiin yang sama." "Tapi, apakah selamanya akan begitu?" "Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Apakah selamanya akan begitu? Bukankah jodoh, rezeki, dan maut sudah menjadi takdir yang tidak dapat diubah?" "Percayalah. Tujuanku hanya kamu. Kamu adalah senja yang selalu kurindukan setiap hari. Kamu adalah senja yang menghangatkan dengan sinar jingga yang selalu memikat mata. Kamu adalah senja tempatku pulang sebelum aku akhirnya mengerti arti pulang yang sesungguhnya." _________________ Senja, suatu keindahan panorama langit di sore hari di saat matahari perlahan tenggelam. Di mana ada seruan Maghrib yang teduh, dan dilanjutkan menggelar sajadah untuk menghadap pencipta. Namun, ini Tentang Senja, Senja Alsya Assyifa, anak pertama dari Raditya dan Ameera, sekaligus sahabat yang dikagumi oleh Arrayyan Ihsan Alfakhri. Rayyan, putra tunggal yang menjadi kebanggaan keluarganya, memilih mengikuti kisah Sayyidina Ali bin Abi Thalib yaitu mencintai dalam diam. Hingga akhirnya ia tak dapat memendamnya lebih lama. Ia ungkapkan segalanya walau ia sadar yang dicintai adalah sahabatnya. Namun, jalannya tak semulus kisah Sayyidina Ali setelah mengungkapkan perasaannya kepada Ayahanda dari Fatimah Az-Zahra. Ada banyak kecewa yang didapat Rayyan. Ada air mata yang terbuang dari orang-orang karena kejujurannya. Akankah kebahagiaan akan berpihak padanya? Akankah ia bisa duduk berdua dan saling memandang senja yang sama? CERITA FIKSI!!!
All Rights Reserved
#56
ameera
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bumi Kaffah [End]
  • ETERNIDADE [END]
  • AKSARA BIANGLALA (On Going)
  • AMBARAWA : Curse Of Love
  • Janji Diujung Doa
  • You're My Queen (On-Going Complicated )
  •  bisikkan di sepertiga malam ku
  • ARUNIKA
  • Natasya Hamzah [Edisi Baru]
  • Bahagia Buat Aisyah [COMPLETE]

[PART MASIH LENGKAP] Bukan perjodohan dan bukan pula landasan cinta. Namun, di usianya yang menginjak 22 tahun, Almahira menerima lamaran seseorang yang tidak ia kenal. Seseorang yang mengubah cara pandangannya kepada dunia dan menambah kecintaannya kepada pencipta alam semesta. Kaffah Zayyan Pranuraga. Nama yang sangat indah, seindah langit senja yang enggan menghilang di batas cakrawala. Ketidakmampuannya mengambil sebuah tanggung jawab menjadi seorang suami, membuat dirinya menghantarkan seseorang yang baru saja menjadi istrinya dalam semalam ke negara asing. Perlahan demi perlahan menunggu bersabar, dan menanti kepulangan sang istri. Akankah pernikahan yang sudah berjalan 4 tahun lamanya, dapat keduanya pertahankan? Ataukah kedua insan yang menjalin sebuah ikatan halal, memilih melepaskan begitu saja tanpa adanya landasan cinta, bahkan jauh sebelum mereka bersama? ~~~ "Kembalilah jika urusanmu sudah selesai. Saya akan selalu menanti kepulangan kamu, Hana. Pergilah. Dan cukup ingat satu hal ini. Setiap langkah yang akan kamu lalui satu-persatu, selalu ada Allah bersamamu. Dan ada ridho suamimu yang akan menanti gelar impianmu untuk kamu bawa pulang. Pergilah Hana, suamimu ridho atas langkah yang akan kamu ambil. Fii hifzillah, fii amanillah. Semoga dengan izin Allah, kita akan di pertemukan kembali. Di rumah ini." -Kaffah Zayyan Pranuraga. ~~~ "Ridho kah engkau mengirim istrimu ke negara lain, dimana islam masih sangat asing. Bahkan aku sendiripun ragu, engkau ridho akan kepergianku." -Almahira Hana Muhadzabah. ~~~ [Revisi setelah Tamat] Start : 30 November 2024 End : -

More details
WpActionLinkContent Guidelines