Annoying Siblings

Annoying Siblings

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 12, 2025
Kenalan dengan trio bersaudara yang hidupnya tak pernah sepi dari kekacauan: Arel, si sulung yang baru saja menapaki dunia kelas 11 SMA. Ambis, rapi, dan selalu berusaha tampil tenang di tengah hiruk-pikuk rumah. Ia harus berjuang keras menjaga kewarasannya (dan nilai-nilainya) dari ulah adik-adiknya. Raka dan Al, si kembar yang anti-mainstream. Mereka lahir hanya berbeda lima menit, tapi wajah mereka sama sekali tak mirip, seolah takdir sedang iseng. Namun, jangan salah! Karakter dan kekonyolan mereka sungguh kembar identik: pembuat onar, ahli debat kusir, dan master drama. Setiap hari adalah panggung sandiwara. Dari rebutan remote TV, perang bantal yang berujung pecahnya vas bunga. Apakah Arel bisa lulus dengan nilai cemerlang? Apakah Raka dan Al tak akan pernah berhenti berkolaborasi membuat kekacauan? Ikuti kisah mereka yang akan mengocok perut dan mengingatkanmu bahwa di balik kehebohan, keluarga adalah tempat yang paling hangat (dan paling bising)!
All Rights Reserved
#553
saudara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines