Surat Kecil untuk Ibu

Surat Kecil untuk Ibu

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 12, 2019
"Ibu, terima kasih banyak atas segalanya. Tanpa mu, aku bukanlah apa-apa. Terima kasih banyak, Ibu. Kau adalah pahlawanku, pahlawan hidupku. Aku akan selalu menyayangi mu dengan caraku sendiri. Maaf karena aku tidak selalu bisa menunjukkan rasa sayangku. Karena aku sungguh terlalu malu untuk sekadar berkata. Aku ... tidak pantas mendapatkan kasih sayangmu. Tetapi aku sungguh berterima kasih untuk semuanya. "TERIMA KASIH BANYAK, IBU." Attention : Cerita ini saya dedikasikan untuk ibu saya. NO PLAGIARISME! Thanks :)
All Rights Reserved
#27
terimakasih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Passion Of Love ✔
  • Gak Di Sangkah Ternyata' Aku Di Jodohkan Dengan Dirinya
  • [NCT DREAM] Seven Boys In My Life || arasweetstrawberry ✔
  • Catatan Kecilku
  • someone like you
  • Sanskara Sky [END]
  • ONE MORE TIME
  • Maaf' (Revisi)
  • The Between

" Aku tidak pernah memikirkan kehidupan percintaanku seperti apa yang akan aku jalani dimasa mendatang. Sebelumnya, aku pernah memiliki kisah cinta jauh sebelum aku mengenalmu. Yah.. kamu selalu membahasnya dan mengungkit wanita-wanita itu. Aku mungkin terlihat seperti pria brengsek yang selalu bermain dengan wanita. Asalkan kamu tahu Call, aku hanya sekali jatuh hati pada seorang wanita dan itu berlangsung tidak begitu lama. Aku mengerti rasanya patah hati karena kecewa. Aku tidak pernah membayangkan jika kamu hadir dalam hidupku. Sejak kamu bersamaku, aku selalu berpikir seperti apa aku dimatamu? Sudahkah aku menjadi satu-satunya orang yang selalu kamu pikirkan? Seseorang pernah mengatakan padaku bahwa cinta itu seperti sebuah bisikan melodi yang mengetarkan hati terasa indah dan mampu membuatmu bersenandung . Sekarang aku mulai merasakannya. Baiklah, kemungkinan terbesar yang aku alami saat ini adalah bahwa aku sudah diserang oleh harapan untuk benar-benar mendapatimu dalam pelukanku".

More details
WpActionLinkContent Guidelines