Setiap penulis punya kebiasaan tersendiri, punya caranya masing-masing untuk mengungkapkan rasanya. Tak perlu bertanya bagaimana dan untuk siapa. Cukup diam jika tahu mana yang benar dan mana yang salah. Novel ini pertama kali aku nulis, novel ini juga yang mengantarku dan orangtuaku untuk pertama kalinya pergi ke ibu kota. Gak nyangka kalau novel pertamaku memanangkan perlombaan tingkat nasional yg diadakan oleh kementrian Agama Pusat. Acara "lomba penulisan novel ceritera remaja islami tingkat nasional" adalah kegiatan tahunan kemenag. Meskipun cuma harapan 1 tapi bener-bener ga nyangka, karena sebelumnya gapunya pikiran buat nulis. Novel ini aku tulis cuma sebulan sebelum lomba, cuma mau buktiin ke mama kalo aku bisa nulis dan juga ngisi kegabutanku selama kelas tiga yang gak bisa ikut ekskul karena kudu konsen sama UN. Seenggaknya aku dikenal ya di skolah hitz jember sebelum kuliah
More details