SESINGKAT SENJA

SESINGKAT SENJA

  • WpView
    Reads 277
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 12, 2020
Angin sepoi-sepoi membelai lembut tubuh Aurel. Rambut yang bergelombang dan dress maroon bergerak kecil akibat tiupan angin. Tangannya menggenggam erat ujung dress yang ia kenakan. Matanya memanas, emosi memuncak, setetes air bening jatuh dari pelupuk matanya membasahi pipinya, dengan cepat ia seka. Lelaki yang selama ini ia cintai, menyatakan perasaannya. Namun, pernyataan itu bukan untuknya. Aurel berbalik lalu berjalan pelan meninggalkan keduanya. Sebelum mereka sadar dan melihat dirinya. Hatinya semakin remuk melihat pemandangan itu. Kini ia berjalan lebih cepat sambil menyeka air mata yang turun dengan sendirinya sedari tadi "Kamu menyinggahi hatiku, sesingkat senja menyinggahi langit" -Gebby Aurelia
All Rights Reserved
#81
alvino
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Duyung Gumush
  • Boleh Aku Gandeng Tanganmu Nanti?
  • Berbicara Lewat Hati
  • HE IS MARCH
  • DEAR US (SELESAI)
  • playlist (completed)
  • IMDL
  • fortnight (completed)
  • ARJUNA

Atta tersenyum dan mengangguk, akhirnya hari itu tiba, hari perpisahannya dengan Aurel. "Jangan pernah muncul ke permukaan lagi ya, kamu harus nurut kata orangtua." pesan Atta. "Iya bang," sahut Aurel, "abang mau bilang sesuatu untuk yang terakhir kalinya?" "Ani-Anu pasti kangen kamu." kata Atta. "Ani-Anu?" "Ya ... aku sih sebenernya," jawaban Atta membuat Aurel tersenyum. "Aku sayang sama abang." ucap Aurel. Thoriq dan Saaih saling pandang, mereka segera memberi jarak. Cuaca sore yang teduh sangat mendukung keromantisan Atta Aurel. "Ya, Ani-Anu juga ..." kata Atta "Ani-Anu juga sayang aku?" tanya Aurel memastikan karena tidak puas dengan jawaban Atta. "Maksud aku, Ani-Anu juga tau kalau aku sayang sama kamu. Aku kan sering curhat." kata Atta. Aurel terkekeh "abang ngegemesin!" Mereka terkekeh ringan sebelum akhirnya kekehan mereka terhenti karena perpisahan yang sudah di depan mata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines