VIRGO || On Going

VIRGO || On Going

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 1, 2020
"Maaf pak tetapi kami sudah melakukannya semaksimal mungkin, nyawa ibu Mentari tidak bisa diselamatkan." Ucapan dokter itu membuat dunia Virgo seakan berhenti berputar. Ibunda tercintanya telah diambil oleh Sang khalik dan itu tandanya ia tidak memiliki seorang ibu lagi. Karena merasa tak terima Virgo langsung masuk begitu saja ke dalam ruangan. "BUNDAAA... Bunda bangun Bunda.. Virgo butuh bunda disini.. hiks bangun bundaa.." ucap Virgo sambil mengguncang tubuh bundanya. "Virgo tenang nak! Bundamu sudah pergi.. tolong ikhlaskan agar bundamu bisa istirahat dengan tenang.." Ya hari itu merupakan hari tersuram bagi dirinya, ia merasa tidak memiliki semangat untuk hidup lagi dan merubah dirinya menjadi pendiam. Karena kepergian seorang wanita bernama Mentari Dwi Lestari.
All Rights Reserved
#428
coolgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Forever Friends ( End )
  • Eccedentesiast
  • DEAR RAGA
  • You Got It
  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP
  • Takeaway
  • Mentari dan Bintang
  • Aura dan Lingkaran Setan
  • STICKWITU
  • Sang Badai

Clara minum teh manis hangat yang tadi pagi dia siapkan dalam termos kecil kesayangannya. Menghirupnya secara perlahan untuk merasakan aroma teh melati yang harum berbalur sedikit rasa manis. Karena Clara tidak terlalu suka rasa teh yang terlalu manis. Cukup senyum manisnya Gibran cowok tercintanya saja yang Clara sukai. Pagi ini Gibran belum memberinya kabar , terakhir sore kemarin Gibran mengirim pesan kepada Clara di obrolan pribadi hanya menanyakan Clara ada dimana , apakah sudah sampai dirumah dan sudah makan siang. ----- Clara langsung bangkit dan menempatkan termosnya diatas meja lalu keluar kelas untuk mulai menyambut kedatangan teman-teman kecilnya didepan pintu kelas. "Ibu guru ... aku udah berani sendiri dong." " Liat deh , mamaku anterin aku sampai pintu pagar aja ." kata Sena dengan bangganya. "Oiya ya ... mama Sena cuma anterin sampai pintu pagar." "Alhamdulillah ya Sena berhasil pagi ini." lanjut Clara sambil melangkah maju menyambut Sena dan berjongkok untuk menyamakan posisinya dengan tinggi badan Sena. ----- "Ibu guruuuu.... ada ular !" teriak Sena "Ada ular ... Awas teman-teman hati-hati , kita lapor polisi bu guru ." ucap Raya dengan suara cemprengnya sibuk berteriak-teriak sehingga memancing teman-temannya yang perempuan untuk ikut berteriak-teriak heboh. "Bu guru ... kenapa cacingnya gak dibunuh aja bu." "Kan cacingnya udah gangguin kita tadi." "Iya bu guru ... cacingnya pasti gak mandi sama sikat gigi deh." tambah Hanin dengan suara cemprengnya menimpali ucapan Nilam ----- #Proses revisi per Bab# #Mohon maaf bila tidak nyaman#

More details
WpActionLinkContent Guidelines