We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
VIRGO || On Going

VIRGO || On Going

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 1, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Maaf pak tetapi kami sudah melakukannya semaksimal mungkin, nyawa ibu Mentari tidak bisa diselamatkan." Ucapan dokter itu membuat dunia Virgo seakan berhenti berputar. Ibunda tercintanya telah diambil oleh Sang khalik dan itu tandanya ia tidak memiliki seorang ibu lagi. Karena merasa tak terima Virgo langsung masuk begitu saja ke dalam ruangan. "BUNDAAA... Bunda bangun Bunda.. Virgo butuh bunda disini.. hiks bangun bundaa.." ucap Virgo sambil mengguncang tubuh bundanya. "Virgo tenang nak! Bundamu sudah pergi.. tolong ikhlaskan agar bundamu bisa istirahat dengan tenang.." Ya hari itu merupakan hari tersuram bagi dirinya, ia merasa tidak memiliki semangat untuk hidup lagi dan merubah dirinya menjadi pendiam. Karena kepergian seorang wanita bernama Mentari Dwi Lestari.
All Rights Reserved
#396
coolgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eccedentesiast
  • Gus Adnan dan Istri Nakalnya
  • Aura dan Lingkaran Setan
  • JIWA DAN RAGA
  • Sang Badai
  • STICKWITU
  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP
  • Forever Friends ( End )
  • Merajut Bingkai Patah

Namanya, Mentari Khalila Hasan. Lebih akrab disapa, Riri. Senyumnya, secerah mentari dipagi hari. Namun, siapa sangka dibalik sebuah senyum cerahnya, tersimpan banyak kepalsuan. Seolah senyum yang ia tampilkan didepan semua orang hanyalah topeng, atau kamuflase untuknya bertahan hidup didunia yang keras ini. Mungkin Mentari adalah salah satu contoh dari berbagai macam orang didunia ini, yang bersembunyi dibalik topeng "smile" nya agar tidak terlihat menyedihkan. Terkadang orang yang paling banyak tertawa dan selalu mengumbar senyuman adalah mereka yang pintar menyembunyikan lukanya. Begitulah realitanya, banyak orang tersenyum tapi hatinya menangis. Bahkan ada orang yang baik didepan, tapi nyatanya menusuk diam-diam. Ada juga yang seolah membenci, padahal nyatanya menyukai. Pada dasarnya, apa yang kita lihat dan dengar itu belum tentu apa yang sebenarnya terjadi. Isi hati seseorang tidak ada yang tahu, selain dirinya sendiri dan Tuhan-nya. "Aku seperti siang yang tak pernah melihat malam. Seperti bulan yang selalu kesepian, dan seperti mentari yang selalu bersinar. Meskipun tiada yang tahu bahwa sinarku adalah palsu." - Mentari Khalila. 🌻🌻🌻 "Kemarin malam kamu jalan sama siapa ?" Gadis itu menatap lelaki didepannya penuh tanya. "Siapa yang bilang ?" Ucap lelaki itu lalu tersenyum miring. "Ada, kamu gak perlu tahu." Ujar gadis itu lalu menatap lurus kedepan. "Itu cuma sepupu, bukan siapa-siapa." Ucap lelaki itu. Gadis itu membisu ditempatnya. Lelaki itu menatap gadis yang tengah duduk disampingnya, "kamu kenapa?" Dengan segera gadis itu menggeleng, "aku gapapa." Ucapnya lalu tersenyum. "Kamu marah ?" Ucapnya sambil menatap gadis itu. Lagi-lagi gadis itu menggeleng lalu tersenyum, "aku percaya sama kamu." Lelaki itu pun balas tersenyum. 🌻🌻🌻 @TeenlitIndonesia FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK, VOTE AND COMENT ?

More details
WpActionLinkContent Guidelines