We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
DISPERSI HATI

DISPERSI HATI

  • WpView
    Reads 866
  • WpVote
    Votes 121
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 24, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Ini tentang Brian, Debby, dan Hera. Tiga hati yang terjebak dalam kisah yang sulit diurai. Cinta itu dua, sebab tiga hanyalah pengorbanan dan air mata yang lahir dari luka. Semoga suka dengan cerita ini, ya. Dukung terus penulis agar terus berkarya. Jangan lupa follow dulu, vote, dan bebas berkomentar untuk kebaikan bersama. Terima kasih 🙏 Karya asli oleh: Uu Padilah. Sampul dibuat dari: Canva (remake). Oleh: Cilang. #DILARANGPLAGIAT Karawang, 11 Desember 2019.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Ich Liebe Mama! ✓ [END]
  • Still The Same
  • It's So Hurtful [END]
  • Rayhan: sebelum hati berani pulih
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Kisah Nyata Dalam Mimpi
  • Cinta Dua Hati (END)
  • Itreula [Open Preorder]

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines