Hidden
  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 2, 2020
Setiap luka yang datang biarlah terpendam dalam heningnya malam Setiap sakit yang hadir biarlah tersimpan dalam hembusan angin Setiap air mata yang tersimpan biarlah menjadi saksi bahwa kau kuat! Terkadang setiap perasaan tidak harus di definisikan dengan perbuatan. Begitupun setiap luka yang terkadang hadir menjadi bayangan, tak harus di definisikan dengan keluhan dan tangisan Percayalah, tiap sakit dan luka yang kau rasakan, akan terbalas di suatu hari nanti Entah kapan, tapi itu pasti. Karma is real! *** "Aku sadar aku bukan manusia hebat yang dapat menahan segalanya. Aku hanya wanita lemah yang rentan akan air mata. Tapi kali ini aku mencoba untuk menerima dan menyimpan luka itu dalam-dalam di dalam diriku. Aku percaya, suatu saat luka itu pasti terurai perlahan-lahan meski tak akan pernah habis sepenuhnya." ~Felyna Geofani "Aku hanya ingin menyampaikan bahwa jangan pernah sia-siakan seorang pun yang telah hadir dalam hidupmu. Bahkan ia yang tak kau inginkan sekalipun. Percayalah, jika suatu hari nanti orang yang kau sakiti pergi dengan segala luka di hatinya, kau akan menyesal. Selamanya." ~Haidar Fernando Wijaya ___________________ Cover : by Pinterest DIBACA DULU SIAPA TAU SUKA😊 MASIH PEMULA:) BANYAK TYPO! SUKA? BACA JANGAN LUPA VOTE :)
All Rights Reserved
#289
terpendam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BINA
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • PAINFUL✔[SUDAH TERBIT]
  • Favorite Wound
  • I'm Keysa
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Breathe
  • ON REMEMBERING
BINA

(END) "Aku menggadaikan semua bahagiaku dengan taruhan derita seumur hidup. Apa itu belum cukup hingga kalian ingin menambah derita itu dengan kembali mengulang kesalahan kalian dulu?" Di saat aku hanya diam tak bersuara, mereka mengira aku bahagia. Mereka tidak tau jika sebenarnya aku menyimpan jutaan luka yang semakin hari terus bertambah seiring bertambahnya usia hanya untuk kebahagiaan mereka. Aku terima, semuanya. Tetapi jiwaku mulai memberontak kala mereka ingin mengulangi kesalahan yang pernah mereka lakukan padaku. Aku tidak bisa. Aku tidak ingin. Aku tidak akan hidup seperti itu dan berakhir seperti mereka. Start 05-09-2019 End 25-04-2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines