KALOPSIA
  • WpView
    LECTURES 85
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., déc. 11, 2019
Ini kisah tentang mereka yang mencintai tapi diabaikan, yang merasa jatuh cinta sendirian, yang terlalu baik untuk bertahan pada kesakitan, tentang harapan yang terus tumbuh, tentang patah tiada arah, dan tentang perasaan-perasaan lain yang dialami oleh makhluk bernama manusia. Manusia yang terlampau baik pada orang lain, namun jahat pada dirinya sendiri. Ini kisah tentang ruang yang tercipta tanpa sengaja. Dan terkadang, merelakan adalah salah satu cara untuk bahagia yang berawal luka. Selamat membaca.
Tous Droits Réservés
#27
waiting
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • HIDDEN I (The End)
  • EVIDEN (Republish)
  • Nathalea
  • Inspirasa The story of broken heart
  • JUNGKIR BALIK DUNIA ANDARA
  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • Dear, You My Heart
  • Nanti Juga Sampai
  • Masih Sama
  • Memories of us - based on true story

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu