Insane
  • WpView
    Reads 193
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 6, 2020
Vella mendongakkan wajahnya, mengusap pipinya, dan membenarkan anak rambut ke daun telinganya, dan berkata dengan sangat manja, "Enggak mau. Aku maunya sama dia." Tangan mungilnya menunjuk kearah Lion.
All Rights Reserved
#45
belajarnulis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INTO IT (Sudah terbit)
  • Tentang Dirimu yang hilang
  • TRAP!
  • 6Thn Aku, dan Eziel
  • Need Someone💔
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Marakarma
  • gefa figuran novel (sudah terbit)
  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • KATAKAN itu CINTA

Gezra Farenza Vanzer nama yang selalu bisa Anela andalkan dalam hidupnya, laki-laki dengan berperawakan tinggi dengan tampang rupawan, namun sayang Gezra si laki-laki tampan itu lebih banyak menggunakan bahasa tubuh dari pada menggunakan mulut nya untuk mengartikan sesuatu. Selama Anela menjadi sahabat serta tetangga Gezra, selama itu juga Anela selalu mencoba membuat Gezra lebih ekspresif dengan tingkah-tingkah konyol nya. Namun usahanya selalu saja gagal, yang Anela ketahui Gezra hanya Remaja laki-laki dengan minim ekspresi dan pendiam, namun siapa yang tahu. Bukan kah karakter pendiam adalah bom waktu yang dapat meledak serta berangkas teraman yang menyimpan segalanya dengan apik. Hingga suatu hari, dimana Anela menemukan fakta mengejutkan dari laki-laki pendiam ini. "Ge lo nipu gue dengan wajah polos lo itu." "Jika tidak dengan menipu, bagaimana caranya kita bisa selalu berdekatan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines