Salam Rindu

Salam Rindu

  • WpView
    LECTURAS 34,077
  • WpVote
    Votos 2,437
  • WpPart
    Partes 44
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, abr 17, 2021
"Jika boleh di ibaratkan senyuman itu bak bulan sabit. Lengkungannya semakin memancarkan keindahan. Jika diperkenankan Tuhan rembulan itu akan selalu terngiang kapanpun Jika diibaratkan mentari, sudah sangat menghangatkan meski dari jauh. Maafkan saya yang dengan lancang memandang hingga tercipta sebuah bayang. Satu permohonan, perkenankan saya bisa mengenalmu. Lebih dekat seperti saya dan bayangan saya sendiri. Sekali lagi maafkan saya." ~Muhammad Nur Barra Al-Aziz Sampean pintar menggombal, tapi maaf saya tidak tahu sampean itu siapa! jika diibaratkan sampean seperti mars, saya tak pernah tahu seperti apa mars. sama halnya saya yang mendapat surat ini dari akang penjaga toko kala itu. Sampean lucu, tetiba menulis begitu. Jangan gombal, saya tidak tahu maksud dari sampean ini apa! ~Fajrina Nur Riza Tak ada rindu yang tercekat. Tak ada temu yang memang semuanya sudah terencana dengan baiknya. Tak ada takdir yang salah tempatnya. Bahkan doa selalu berakhir bahagia, tak ada semoga yang sia-sia. Semua sudah ada garis waktunya Ada tempat bahkan ada rasa yang tak akan pernah terlupa, ada canda bahkan tangis air mata. Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BULAN (END)
  • Epilog Tanpa Prolog
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • Maimunah
  • Mengaguminya Dalam Taat
  • Because I'm Stupid (End)
  • ALEYA~~
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido