We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
your presence changes everything

your presence changes everything

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Dec 13, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"untuk apa aku hidup jika kehadiranku pun tidak pernah dianggap oleh semua orang" -nadila "apa tujuan kamu menyakiti dirimu sendiri? apa itu bisa merubah keadaanmu sekarang ini?itu bukan merubah menjadi lebih baik tapi malah memperburuk keadaanmu saja. Kamu harus terlihat kuat didepan mereka, jangan membuat mereka berfikir jika kamu itu lemah" -kenzo Langsung aja klik tombol 'baca' nya kalau kalian penasaran. Maafin kekurangan author ya, author masih baru dan author pun manusia guys :) 12/12/19
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • MY BROKENNES
  • ZiAron [END]
  • alur waktu
  • Perjalanan ILHAM
  • Bayi Dosenku 2
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • LUKA KITA (TERBIT) ✅

SEGERA DITERBITKAN Sebenarnya ini adalah idenya Liaa. Entah apa yang merasuki otaknya kali ini, sehingga memintaku untuk menulis. Aku tidak pandai merangkai kata-kata, apalagi menyelesaikan suatu cerita. Tidak seperti Liaa yang sangat menikmati saat-saat merangkai setiap paragraf dalam mengembangkan idenya. Bersenandika, mengolah diksi, menulis berbagai tema, dan menuntut pancaindra agar lebih peka. Bila satu paragraf saja membuatku termenung berlama-lama, apalagi satu novel yang sampai beratus-ratus halaman tebalnya. Aku bisa gila, Liaa. Namun, gadisku yang cerewet dan berambisi besar itu pasti akan memprotes, "Kamu pasti bisa, kok, jangan pesimis, deh! Belum apa-apa udah ngeluh. Nulis itu gampang, cuma kamunya aja yang gak mau usaha!" Begitulah Liaa, dia 'illfeel' dengan orang yang angkat tangan sebelum berjuang. Alih-alih memotivasi, malah muncrat juga omelannya. "Iya, Liaa. Jangan ngambek, aku cium, nih!" Ancamanku membuat pipinya seketika memerah bak kepiting rebus. Aku sangat buruk dalam mengembangkan ide cerita. Jauh dibanding Liaa yang bisa menyelesaikan dua novel sekaligus. Ya, novel-novel itu adalah kisah kami yang dia tulis. Tugasku cukup diam dan jangan membuatnya marah. Jika tidak, Liaa akan berhenti menulis dan mengomel seperti ibu-ibu kostan. Karena sejatinya waktu terbaik untuk menulis adalah 'mood' yang baik.

More details
WpActionLinkContent Guidelines