Who Are You

Who Are You

  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 13, 2020
Menjadi seorang gadis yang baru menginjak remaja ternyata tidak semudah yang ia bayangkan. Seharusnya ia lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman nya daripada hanya berdiam diri di kamar sambil memikirkan hari nya yang semakin lama semakin terasa buruk. Seharusnya sekumpulan gadis yang selalu menatap Marsha dengan pandangan sinis itu menjadi teman nya, mungkin mereka bisa membela Marsha saat Tawney dan gang nya mencoba melakukan aksi bully terhadap Marsha. Seharusnya sekumpulan murid pandai itu menjadi teman nya, mungkin mereka bisa memikirkan ide-ide cemerlang agar Tawney dan gang nya tidak lagi menganggu Marsha. Hingga pada akhirnya semua hal yang awalnya hanya diawali kata seharusnya menjadi sebuah kenyataan yang begitu indah bagi hidup Marsha. Namun lagi-lagi keberuntungan tidak berpihak pada seorang Marsha Wood. Keberuntungan tidak berpihak pada nya
All Rights Reserved
#427
bullying
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silent Scars | Orine
  • Why Did Everyone Avoiding Me?
  • Naura & Lukanya
  • [END] High School of Mystery: Russet Case
  • My Wild Partner (END)
  • Mysterious Girl
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • Fated by the curse (FreSha)

seorang gadis yang selalu menghadapi kejamnya dunia dengan senyuman manisnya. gadis yang tak pernah terpikirkan cara untuk membenci, tak peduli berapa kali dirinya di hina, senyuman nya tak akan pernah luntur dari parasnya yang indah. mungkin hanya ada kesedihan di dalam dirinya, dan tak lupa keikhlasan dirinya menghadapi itu semua dengan senyuman. "jangan pernah berani buat sentuh gue" "dasar ga guna" "lu ga akan pernah pantas jadi teman gue" -Oline entah siapa yang ada di pihak nya, entah siapa yang melindungi nya, dan entah siapa yang menemaninya. yang pasti mereka semua hanya diam saat dirinya di tindas, mereka semua bahkan ikut mengolok-olok dirinya. "aku hanya ingin membantu" "maaf sudah membebani" "aku akan memantaskan diri" -Erine

More details
WpActionLinkContent Guidelines