Puisi - Pengrajin Hari

Puisi - Pengrajin Hari

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 13, 2019
WpInfo
Poetry
Pengrajin Hari Wahai ufuk penelan senja Lalu lalangmu lebih pasti dari pengrajin waktu Lebih kentara oleh hitam persembunyian Siluetlah bersama sisasisa rekah senyumku Wahai gerimis pemintal rindu Di balik jendela masih nanar tatapku pada cangkirmu Jerih maupun tawa itu tersimpan rapih di perpustakaan tua di belakang kepalaku Inilah diam terpuisiku melawan hujaman hujan Andai ini bukan hanya tentang perasaan takut Engkaupun tahu esokku masih dikandung waktu Nyanyikan aku lagulagu rindu Hati tersunyi pun gemakan sendu Wahai pengrajin hari Semua janji sangat pasti Bahkan lebih nyata dari semua koleksi senjaku yang tertelan malam Biarlah harapan tenang aman digenggaman. Surabaya, 6/5/2019
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Warna Langit (Blue Orangeade Sequel)
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • From The Eyes
  • Bianglala
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Give Me Your HUG(END)✅
  • SyasaGlean (END)
  • Our Love Story
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Disturbances (End)

Lia memandang langitnya sore itu, tidak ada warna jingga atau semburat keorenan disana. Mataharinya redup dengan segumpalan awan abu-abu yang siap menumpahkan hujannya. Ia mempercepat langkahnya, berusaha secepat mungkin kembali ke rumah sebelum hujan turun dan sebelum air mata ikut membasahi pipinya. "itu kamu. Warna keorenan di sore hari. Artinya satu hari telah terlewati dan hari baru akan muncul lagi. Hari ini mungkin menyebalkan, tapi ketika kita diam sejenak dan lihat pendar keorenan itu kita tau bahwa ada hari esok yang akan menyongsong. Membawa harapan tentang hari yang lebih baik besok, dan itu kamu buatku," Tapi langit tak selalu menyajikan warna keorenan. Tak selalu jingga seperti kata-katanya 3 tahun silam. Samudra, langitmu hari ini warnanya kelabu. Dan matahari jingga itu enggan kembali padamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines