Puisi - Pengrajin Hari

Puisi - Pengrajin Hari

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 13, 2019
Pengrajin Hari Wahai ufuk penelan senja Lalu lalangmu lebih pasti dari pengrajin waktu Lebih kentara oleh hitam persembunyian Siluetlah bersama sisasisa rekah senyumku Wahai gerimis pemintal rindu Di balik jendela masih nanar tatapku pada cangkirmu Jerih maupun tawa itu tersimpan rapih di perpustakaan tua di belakang kepalaku Inilah diam terpuisiku melawan hujaman hujan Andai ini bukan hanya tentang perasaan takut Engkaupun tahu esokku masih dikandung waktu Nyanyikan aku lagulagu rindu Hati tersunyi pun gemakan sendu Wahai pengrajin hari Semua janji sangat pasti Bahkan lebih nyata dari semua koleksi senjaku yang tertelan malam Biarlah harapan tenang aman digenggaman. Surabaya, 6/5/2019
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KHALISA🖤
  • After My Prayed
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • ALONE
  • Bianglala
  • Disturbances (End)
  • Give Me Your HUG(END)✅
  • Senja Rindu Pagi
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)

⚠️ BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA YAH KAWAN-KAWAN⚠️ ⭐JANGAN LUPA VOTES⭐ ⭐JANGAN MENJADI PEMBACA GELAP⭐ Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Hello Everybody Selamat datang di cerita pertama saya dan pengalaman pertama saya menulis sebuah cerita Jadi mohon maaf jika ada kesalahan Karena manusia tidak luput dari kesalahan :) . . . "Guss...." Ucap Khalisa dengan mata berkaca-kaca siap untuk jatuh "Apa tidak ada sedikitpun rasa cinta untukku yang sudah mencintai gus selama 2 tahun ini" Lanjut Khalisa dengan air mata yang hampir jatuh Semua orang diruangan terdiam mendengar perkataan khalisa "Tidakk, Lillahi Ta'ala saya tidak pernah menaruh hati kepadamu Khalisa" Ucap Gus Hanan dengan tangan mengepal kuat "Aku mencintaimu Gus" Ucap Khalisa yang tidak dapat membendung air matanya yang terjatuh di pipi cantiknya "Menjauhlah Khalisa, Karena saya telah menemukan tulang rusuk saya dan itu bukan kamu" Ucap Gus Hanan dengan tenang "Tapi Semua perlakuan Gus Hanan kepada ica selama ini? Apa Gus tidak berpikir telah membuat ica menaruh hati pada gus?, Kenapa? Kenapa Gus Hanan memberi ica harapan seolah-olah gus menyukai ica selama ini! kenapaa?" Teriak Khalisa sambil menangis tersedu-sedu "Hapus rasa cintamu kepada saya, karena saya akan menikah beberapa hari kedepan! Tidak kah kau malu mengutarakan cintamu di depan calon istriku!" Seru Gus Hanan dengan tegas . . . Bagaimana Perasaan Khalisa, Akankah Khalisa Bertahan atau Melupakan dan Menerimanya Dengan Lapang Dada? Bagaimana Kisahnya? Yukk Simak Bersama-sama 🤗 Fyi : Cerita ini saya angkat atas dasar pemikiran saya dan saya tidak mengcopy atau menyalin cerita orang lain, ini murni pemikiran saya sendiri Terima Kasih🤗❤️‍🔥

More details
WpActionLinkContent Guidelines