Impian Yang Tertunda

Impian Yang Tertunda

  • WpView
    Membaca 11
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Des 13, 2019
WpInfo
Non-fiksi
Ismail yang memimpikan untuk bisa menguasai bahasa Arab kemudian memilih untuk merantau ke Jakarta. Dia akan mondok pada salah satu pesantren yang ada di sana. Sebelum waktu keberangkatannya Ismail terlebih dahulu mempersiapkan dirinya dengan mempelajari dasar-dasar ilmu bahasa Arab selama satu tahun penuh. Dia belajar pada salah satu gurunya yang juga akan menemaninya untuk berangkat ke Jakarta nanti. Hal tersebut akan memudahkannya untuk lebih cepat mencerna berbagai pelajaran yang ada di pondok pesantren tersebut. Namun mampukah Ismail yang baru kali ini akan menginjakkan kakinya di Jakarta untuk beradaptasi dengan baik dengan lingkungan yang ada di sana? Dan usaha apa saja yang akan dilakukan oleh Ismail untuk menghadapi berbagai macam tantangan yang akan di suguhkan oleh pondok pesantren yang akan ditempatinya itu?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Ijbar [Selesai]
  • RAACA 'the power of takdir Allah '
  • A untuk Z (SELESAI)
  • Secretly Yours
  • Al-Syakieb (SELESAI)
  • DUA NAMA DALAM DOA || SEASON 1
  • Impian Putra Pak Ketua Komite [TAMAT]
  • Pertemuan di balik Pagar Pesantren
  • Cinta Dalam Iman
  • Cahaya Mutiara

Aza tak menyangka akan di pertemukan kembali dengan Altha, di saat dia sudah hampir melupakan laki-laki itu. Terlebih fakta mengejutkan, Altha merupakan penerus utama pondok pesantren yang ia tinggali. Aza cukup tahu diri, ia sudah biasa menelan kecewa, egois jika ia tetap menerobos maju di saat dirinya selalu di pandang sebelah mata oleh warga pondok. Namun satu hal yang membuat Aza bimbang, sifat Altha, perilaku Altha, yang berubah drastis dari terakhir kali mereka bertemu. "Cuma kita berdua doang Gus yang di sini?" "Emang kenapa?" "Padahal dulu Gus sering ngingetin Aza kalo kita bukan muhrim, apalagi berduaan kaya gini." "Itukan dulu, sekarang nggak lagi. Saya kaya gini juga ke kamu doang kok." "Sikap Gus yang kaya gini bikin Aza bingung tau." "Simpan aja rasa penasaran kamu sampai saya bisa menjawabnya." ***** Sebenarnya ada hubungan apa di antara mereka berdua? Akankah Aza tetap maju, atau malah mundur menjauh dan tetap berdiri di maqomnya? __________________________________ IG penulis : elkyeee001 Cover by : Cistyart __________________________________

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan