She's Mine

She's Mine

  • WpView
    Reads 536
  • WpVote
    Votes 288
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 17, 2020
[Slow Update] "Maksud lo apa teriak dan bilang kalo gue itu punya lo?" "Lo nggak usah geer, gue cuma disuruh." Semua itu hanya mimpi, harapan, nggak mungkin menjadi kenyataan. Tapi, apa salah jika seseorang berharap mimpinya itu akan menjadi kenyataan? Gue seakan ditampar oleh kenyataan, bahwa mimpi gue itu terlalu ketinggian. Kata orang orang jangan punya mimpi yang tinggi, nanti kalo jatuh sakit. Gue nggak peduli. Gue akan tetap berjuang untuk mendapatkannya, terdengar mustahil ya? Haha, gue juga heran sama diri sendiri kenapa gue masih tetap menyimpan rasa ini. Gue juga masih nggak tau apa akhir dari cerita ini.
All Rights Reserved
#53
alena
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aerilyn
  • ANGEL HEART [ON GOING]
  • F A K E ? [End]
  • ALYA (END)
  • Arsyilazka
  • No Longer Mate
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)
  • ZATARFA (Tamat)
  • RARA [END]
Aerilyn

Aerilyn bellvania meise. Aku selalu tersenyum ketika memandangmu, tetapi di dalam hatiku berkata. Inilah seseorang yang dulu selalu keperjuangkan dengan segenap jiwaku, dan kini sang waktu telah jauh meninggalkan kita. Kini kau bukan lagi milikku, kini kau telah berada di tempat yang jauh lebih baik. Sebuah tempat yang telah menjadi takdirmu dengan semua berkah dan kenikmatan dari-Nya, itulah yang pantas untukku. Kini waktu telah menjawab sebuah pertanyaan klasik, aku bukan yang terbaik untuk dirimu. Maka lanjutkanlah langkahmu, tetap tersenyumlah seperti itu. Aku akan tetap bahagia di sini apabila aku bisa memandang kau bahagia di sana. Mataku nanar melihat batu nisan bertuliskan orang yang kucintai, deraiku tak bisa ku tahan sehingga kubiarkan jatuh di tanah bersama tetesan lain dari langit Kata-kata dulu yang pernah ku ucapkan kepadamu kini hanyalah tinggal ilusi. "Lo tenang aja, gue gabakal ninggalin tanggung jawab. gue bakal ada disisi lo sebisa yang gue mampu. Lo gausah khawatir, gue akan selalu sayang sama lo hari ini, besok dan seterusnya." Aku merindukanmu, air mata ini tak dapat ku tahan lagi. Aku benar-benar merindukanmu. Buat readers jangan lupa vote dan kritiknya😊 CERITA AKAN DIREVISI SETELAH TAMAT! Update hari Minggu! {{{{{ON GOING}}}}}

More details
WpActionLinkContent Guidelines