Surat Cinta dari Gus Zaka (TERBIT)

Surat Cinta dari Gus Zaka (TERBIT)

  • WpView
    Reads 423,070
  • WpVote
    Votes 20,755
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 29, 2020
Rasa takut selalu menjalar setiap aku menatapnya. Di mataku, ia tak lebih merupakan sosok menakutkan yang selalu membuatku gemetaran. _Nabila Salwa_ Di usia yang sudah menginjak angka tiga puluh ini, sudah berapa kali mengalami jatuh cinta? Jika ada pertanyaan seperti itu yang diajukan pada saya, maka jawabannya adalah berkali-kali. Setiap waktu, setiap saat, saya selalu jatuh cinta tiap menatap mata bulatnya yang sejernih telaga, atau kerjapan bulu matanya yang sungguh mempesona. _Zakaria Al Anshary_ *Cerita ini juga di posting di Komunitas Bisa Menulis dan sudah tamat. Cek facebook Puspa Markhip untuk membacanya
All Rights Reserved
#100
halallove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME
  • She's Aisyah (COMPLETED)
  • Mencintai Seseorang Dipesantren ✓ (END)
  • TAKDIR YANG TAK TERDUGA [TERBIT]
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • SERIBU HADITS✓
  • Mengagumi Dari Barisan Jamaah
  • Bahagia & Luka (END)
  • You're Got Me?
TIME

Untuk setiap rasa yang dibuat tidak sengaja. Barangkali bertemu kamu adalah takdir dan akhir dari seluruh perasaan getir. Aku menyukai pantai dan senja, tapi syaratnya harus ada kamu untuk aku. -Chandra Melihatmu saja aku sudah jatuh cinta, bagaimana jika kita setiap hari bersama? Mungkin aku sudah terbiasa dibuat candu oleh senyummu itu. -Reza Keadaan membawaku padamu, takdir tuhan tidak pernah salah jalan. Terimakasih sudah menjaga dan selalu memberi bahagia, meski pada akhirnya aku bukanlah sosok perempuan untuk jadi acuan dalam kamu memilih jawaban. -Tiara Waktu memberi ruang untuk rasa dapat tumbuh dan luluh, hingga dapat mempercayai rindu yang hadir sebab jauh dari kamu. Ada beberapa alasan untuk tidak menaruh perasaan lebih dalam, namun terlalu banyak alasan untuk mempertahankan perasaan yang sudah sulit dihilangkan. // ini cerita tentang alur sebuah rasa, tentang waktu yang selalu bermakna, dan tentang kita yang dirasa sudah lama memiliki rasa.//

More details
WpActionLinkContent Guidelines