Berkilah Namun Terus Berkisah

Berkilah Namun Terus Berkisah

  • WpView
    GELESEN 246
  • WpVote
    Stimmen 13
  • WpPart
    Teile 6
WpMetadataReadErwachseneninhaltLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Nov. 20, 2020
Kisah Neng Nada, gadis desa yang manis, bersama sang bunda pembuat ketan hitam dan sirup gula aren khas sunda, cita rasa diantara mereka begitu melankolis, tak saling mengindahkan dan mengguratkan tawa, tapi sebenarnya ikat batin keduanya ialah nyata, lebih dari hubungan ibu dan anak perempuan, lebih kepada satu jiwa yang dipisahkan raga, dua dan tiga. Diga, dan Bagja kedua kakak yang menjadi dunia Neng Nada. Bungsu ini yakin akan gemerlap impiannya, menggapai bintang bersama mereka. Meski ia beranjak dewasa, Neng Nada mengerti bukan hanya narasi yang harus ia bangun, melainkan ambisi, yang selama ini digembor oleh kedua kakaknya agar selalu terarah kejalan yang agamis, yang lebih realistis, dengan segala ajaran islam yang indah dan tertata dengan sistematis. Seberapa banyak memikul beban dikeluarga, Diga, dan Bagja, menyembunyikan kesusahan, mereka dengan keadaan keluarga yang begitu payahnya, cerdiknya mata Neng Nada selalu melihatnya. Untaian do'a pengiring jerit batinnya terngiang, dikala petang jum'at hampir menghilang, hingga tertimbun ribuan embun malam. Tak pernah jemu walau ada sendu, tak berhenti berkisah walau kerap berkilah, warna yang digores akan tetap terpampang dalam bentang kenang, di Desa sejuk nan gemilang di Parahyangan. Neng harus awali pagi dengan lentera sukma dari petuah Bunda. Dan akhiri petang dengan syukur menutur hingga cahaya mentari melebur.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Damira (END)
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Cemara milik kita || nct dream (Terbit)✔
  • Senja di Bandung
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Are We Brother's ? - [boynextdoor] TERBIT✓
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Nostagia dalam perjalanan

"Tentang hari ini Dik, seni mencintaimu harus ku akhiri dengan kesedihan dan kebahagiaan yang mendalam. Kau sudah menemukan kebahagiaan yang selama ini kau cari. Salut untukmu Mil, kamu perempuan hebat. Dan ku titipkan semua aksaraku padamu, sebagai bait kata yang menemukan penyair baru. Puisiku akan terus tumbuh, meski aku tak lagi dapat merangkainya" Kisahh ini bercerita tentang Anima, gadis cantik asal Solo yang sedang dalam tahap berhijrah. Ia bukan seorang pendosa. Namun, betapa susahnya istiqomah menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih lagi, hal yang lebih sulit dialaminya ketika keimanannya diuji oleh hadirnya sosok Andika Ahmad Firdaus dalam hidupnya. Teman SMA yang sedang menjalani pendidikan TNI. Seseorang yang hanya bisa dirangkul dari jauh tanpa bisa menyentuhnya. Memeluknya dalam hati, mencintai sendirian. Iman yang kokoh bahkan sesekali tersungkur, membuatnya lelah dan selalu dalam keputus asaan. Hingga pada akhirnya, melepaskan adalah sebaik-baiknya bentuk mengikhlaskan. Sebab jatuh cinta adalah takdir, mencintai adalah pilihan. Dan Anima telah memilih untuk mencintai dengan cara yang paling menyakitkan. "Akan ku kantongi kegagalanku hari ini. Tidak akan ku buang. Nanti akan ku lihat kembali ketika kemenangan sudah menghampiri." Hatiku yang berkata. Rancu. Setiap hari selalu rasa letih yang ku rasakan. Entah apa yang membuat aku setegar itu sampai saat ini. Hanya iman yang kumiliki. Ini adalah kisah muslimah yang merangkak menemui Tuhannya dalam cinta yang tak seharusnya.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien