EXTERMINATOR

EXTERMINATOR

  • WpView
    Reads 3,726
  • WpVote
    Votes 3,749
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 30, 2021
[On Going] Seorang anak yang dendam kepada organisasi misterius karena telah membunuh ayahnya untuk menolong seorang anak setengah penyihir. Kini dirinya memutuskan untuk menjadi anggota superhero untuk meneruskan perjuangan sang ayah, yaitu melindungi seorang anak setengah penyihir yang diburu oleh organisasi misterius. Kini nasib manusia setengah penyihir tergantung oleh kelompok superhero yang bernama EXTERMINATOR. Author's note : Cerita ini akan memiliki peran utama yang berbeda-beda di setiap bab nya tetapi masih berhubungan dengan bab sebelumnya dan juga akan menceritakan latar belakang dari setiap perannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • the last of the twelve sisters
  • TONEVA Penentang Sihir
  • FLOWERS IN MUNICH
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • Akira's Revenge
  • Di Balik Tirai Merah
  • The Red Thunder Storms ( Original story)
  • The Advanturer Alisaa Allan
  • GENK PITERPEIN BROTHER'S

Sinopsis: Di sebuah Lembaga terpencil yang menyamar sebagai panti asuhan, Eugenia dan sebelas gadis yatim piatu lainnya hidup dalam neraka kekerasan dan pelecehan di bawah tangan para pengurus yang kejam. Setelah menyaksikan kematian tragis teman-teman mereka akibat hukuman brutal dan kelalaian, Eugenia dan Rebecca, seorang gadis yang lebih tua dengan jiwa kepemimpinan, merencanakan pelarian. Pada malam festival musik di kota terdekat, ketika keamanan Lembaga melonggar, dua belas gadis itu mencoba kabur melalui lubang yang mereka gali di bawah tembok. Namun, pelarian mereka segera diketahui, dan pengejaran sengit pun terjadi di pegunungan. Dalam upaya melarikan diri, kelompok mereka terpecah. Rebecca, dengan naluri melindungi Eugenia, mengorbankan dirinya dengan menjadi umpan agar Eugenia bisa lolos dari kejaran para penjaga. Eugenia berhasil melarikan diri, hidup dalam kesendirian dan dihantui oleh trauma serta rasa bersalah karena meninggalkan teman-temannya. Bertahun-tahun berlalu, Eugenia berusaha membangun kehidupan baru sebagai Elisa sambil menyimpan kenangan pahit tentang Lembaga dan pengorbanan Rebecca. Namun, ia selalu bertanya-tanya tentang nasib teman-temannya yang tertangkap kembali. Takdir membawanya pada penemuan mengerikan: teman-temannya, termasuk kemungkinan Rebecca, tidak selamat. Mereka ditangkap kembali oleh pihak fasilitas dan dijual ke berbagai tempat untuk dieksploitasi. Kebenaran yang menyakitkan ini membangkitkan amarah dan tekad dalam diri Eugenia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines