Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 14, 2019
Kesendirian selalu mengajarkanku untuk terus bertahan. Hari-hari yang kujalani tanpa cinta tidaklah buruk, atau setidaknya aku masih bisa menikmatinya bersama bunga-bunga yang indah ini. Mungkin aku yang terlalu sombong menutup hatiku sampai akhirnya aku tunduk pada cinta yang kau beri. Dan aku tak pernah mampu untuk melepaskanmu, bahkan ketika Tuhan memutuskan takdir yang berbeda. Apa kau masih mengingat saa pertama kali menyapaku? Atau tentang bunga-bunga yang begitu indah kau rangkai? Semua masih ada dalam hatiku, semua masih terlihat nyata mesti pada akhirnya takdir membuatku harus kembali lagi menerima kenyataan pahit, sendiri tanpamu. Cinta tak akan pernah berakhir, karena cinta selalu memiliki caranya untuk bisa dikenang. Dan aku selalu mengenangmu di tiap cara berbeda. Saat kau menyapa, saat itulah aku lekat untuk selamanya
All Rights Reserved
#302
kasihsayang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Patah (Telah Terbit)
  • The Devil's Love
  • Di Atas Meja Kopi
  • Dimanjakan Tn. Wang [Yizhan]
  • Traces in the Light
  • Terjebak Rasa
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Pelukan Terakhir
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Something Bout Love

Beberapa part telah dihapus Tuhan telah membuatku patah berkali-kali, Tuhan pun telah menjauhkanku dari beberapa orang yang menurutku paling istimewa di hidupku. Aku tau bahwa ini sudah menjadi skenario Tuhan yang tak akan pernah keliru. Pun tidak mungkin Tuhan mengambil sesuatu dariku tanpa menggantikannya dengan sesuatu hal yang lebih baik. Beberapa kali aku meyakinkan diriku, bahwa Tuhan akan menakdirkan satu orang yang paling tepat yang akan mencintaiku tanpa alasan dan tanpa sebab, yang akan dengan ikhlas menerima kelebihan dan kekuranganku. Beberapa kali pun aku meyakinkan diriku, bahwa Tuhan akan menakdirkan satu orang yang paling tepat yang akan mencintaiku di keadaan yang paling tepat dan di waktu yang paling tepat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines