Bahasa Puisi

Bahasa Puisi

  • WpView
    LECTURAS 1,757
  • WpVote
    Votos 42
  • WpPart
    Partes 20
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, may 2, 2020
Bahasa Puisi lahir dari hati dan lisan yang tidak memiliki keberanian cukup untuk mengungkapkan rasa kepada yang tersayang. Bahasa Puisi adalah bentuk paling sederhana dari rasa yang paling kompleks. Bahasa Puisi juga adalah bentuk ketidakterburuan dalam menyatakan perasaan. Karena setiap manusia punya cara tersendiri untuk menyampaikan rasanya, maka segala rasa yang selama ini menempati dada, memilih untuk disampaikan dalam bentuk tulisan yang dinamai Bahasa Puisi. Kiranya begini; tak perlu terburu-buru perihal menyatakan perasaan, toh mencintai bukanlah ajang perlombaan. Jadi, selamat membaca semoga berkenan di hati. Terima kasih untuk yang sudah dan akan singgah. Salam literasi.
Todos los derechos reservados
#4
desember
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Aksara Tak Bertuan
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Cinta Berbalut Puisi
  • PROSA
  • Almost.
  • Diksi Dalam Sepi
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Resonansi Rasa. (Bersauh)

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido