Liona
  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 15, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Apakah kalian pernah merasakan kesedihan?Yaa... kurasa kalian pernah merasaknnya.Apakah kalian semua sekarang lagi bersedih?entahlah saya rasa ada yang bersedih ada yang bahagia.Apakah bersedih kalian setiap minggu?setiap tahun mungkin? Atau yang bahagia merasakan setiap minggu?setiap bulan?. Sejujurnya saya iri dengan kalian karena yang merasakan bersedih merasakannya setiap minggu saya juga iri dengan yang bahagia merasakan setiap minggu. Apakah saya juga bernasib sama dengan kalian?Saya tidak tau kapan akhir dari kesedihan saya. Saya harap tidak selamanya karena manusia pasti ingin bahagia tidak dengan kesedihan. -Liona Angelia Zexyln
All Rights Reserved
#33
bijak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Tentang Cinta
  • I Don't Want Lose You
  • RANCHA (END)✅
  • Is This Love? (TAMAT)
  • My Husband (TAMAT)
  • Narasi patah hati
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines