Sendiri

Sendiri

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 27, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Tagsteen
Aku tidak mengerti apa artinya diriku, apa tujuanku sebenarnya. Aku berfikir sendiri di tengah keramaian yang menyelimuti, namun belum kutemukan jawaban. Cuek dengan sekitar, tak banyak memiliki teman, susah adaptasi dengan lingkungan baru, pendiam. itulah aku, sifat lainnya aku tak tahu, karena orang lain yang bisa menilainya. benarkan? Aku sendirian, memutuskan untuk membuat tantangan untuk diriku sendiri, menyelusuri jalanan. Apakah membosankan berjalan sendiri tanpa teman? mengapa sendiri itu terlihat sangat menyedihkan. akan ku cari jawaban untuk itu, memikirkan hal-hal yang berat membuat ku sangat binggung.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA
  • Marry My Husband
  • "INDIGO"
  • Mystify
  • kau bukan rumah
  • DENDAM  (markhyuck) | [END]
  • [✔] la première || markhyuck
  • Beautiful & Broken
  • Di Balik Nama Zella
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines