SUAMIKU PREMAN (OPEN PO)

SUAMIKU PREMAN (OPEN PO)

  • WpView
    GELESEN 3,517
  • WpVote
    Stimmen 62
  • WpPart
    Teile 5
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Dez. 15, 2019
WpInfo
Belletristik
Romantik
Judul: Suamiku Preman Tebal: 360 halaman Penulis: Aida Batra Penyunting: Silvia Rodiana Penata Letak: Enggar Putri Desain Sampul: ND Aohana Penerbit: Biru Magenta Biru Magenta Cabang II Harga PO Jawa: 85.000 Luar Jawa: 95.000 Blurb Yuni Zahirah dinikahkan secara kontrak dengan seorang preman korban broken home di masa lalu, Ikhsan Ramadhan. Konflik demi konflik berdatangan, setelah wanita masa lalu Ikhsan mengetahui pernikahan mereka. Juga kembalinya Fedora, ibu Ikhsan yang sudah meninggalkannya selama 15 tahun, membangkitkan luka yang selama ini telah ia pendam. Lalu, sebuah undangan balap liar dari orang yang mendendam, datang di tengah kekalutan pikirannya. Malam itu, raungan Yuni seolah membelah gelap cakrawala, ketika melihat suaminya bersimbah darah. Akankah Ikhsan selamat dan menghentikan tangis sang istri? Bagaimana nasib pernikahan kontrak mereka selanjutnya?
Alle Rechte vorbehalten
#776
baper
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Belum Siap
  • The Best Imam (END)
  • ARUMILA
  • RAICA |NIKAH MUDA|
  • Unplanned marriage
  • DIALOG TIPIS
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • AMNESIAL (END)
  • Age is (not) Just a Number [TERBIT]
  • Bukan Salah Karma [Terbit]

"Saya terima nikah & kawinnya, Rasakasih Kamelia binti Bapak Samat Bharata dengan mas kawin 100 gram emas dan uang sebesar 1 Miliar Rupiah dibayar tunai. SAH!". Beberapa kali aku replay video pernikahan kami tahun lalu. Terbayang vibes kebahagiaan penuh di hari itu. Menikah dengan si cinta pertama dan kuharap bisa jadi cinta terakhirku. Dia yang kini jadi suamiku, Mas Yangsa Wicaksana. Selaku pasangan yang sama-sama berprofesi sebagai konten kreator ternyata tak selalu memberikan jaminan kebahagiaan yang seutuhnya. Kesempurnaan yang kerap terlihat di dunia maya tak jarang malah jauh berbeda dengan kehidupan nyata yang sesungguhnya. Faktanya bertahun-tahun melalui masa pacaran dan kemudian menjadi seorang istri rasanya penuh dengan kejutan. Sering kali aku terbawa perasaan karena kehidupan nyata tak seindah bayangan dan angan-angan. Apa itu asyik berduaan? Maraton film dan kulineran untuk sekedar quality time. Suamiku yang dulu begitu bucin seringkali menjelma menjadi sosok yang lain. Terkadang cuek dan bersikap dingin. Sementara aku yang dulu begitu santai dalam segala hal, tak jarang bagai monster api yang mudah sekali emosi. Berharap masih merasakan vibes pengantin baru, Mas Yangsa malah kerap membuatku cemburu sebab fokus dan perhatian dia tak sepenuhnya untukku. Beberapa kali aku jadi flashback lagi ke jaman dulu dan baru aku sadari, sebenarnya Tuhan sudah memberiku banyak kisi-kisi yang super relate dengan kehidupanku saat ini. Mulai dari benih-benih kelakuan suamiku yang sok cool seperti kulkas 7 pintu sampai dengan judgemental keluarganya kepadaku. Tantanganku kini tak cuma menghadapi pertanyaan hari lebaran seperti "Sudah isi belum?" atau menanggapi tuduhan nyinyir dari netizen yang maha benar seperti "Kamu childfree?". Namun lebih kepada harus bisa berdamai dengan keadaan dan segala problematika kehidupan. Ya Tuhan, apa ini ujian? Haruskah aku bersabar? Dengan semua yang sudah kulalui sampai sekarang, mungkinkah sebenarnya aku "Belum Siap"?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien