Pak Dosen Cinta Pertamaku

Pak Dosen Cinta Pertamaku

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 16, 2019
Sebuah ilusi yang tak bertepi untuk menjanjikan atau meninggalkan. ketika dua hati yang tak pernah menyangka bahwa takdir mampu mempertemukan mereka dengan salah satu isi hati yang sudah terisi. akankah hati yang sudah terisi akan menerima kehadiran jiwa yang baru, atau bertahan dalam kerapuhan hingga tak ada lagi yang tersisa selain air mata. "Bisakah aku menerima sedangkan hati dan pikiranku jauh dari ragaku hingga aku sering bersahabat pada rindu dan seolah menyatu bersama namanya yang tak pernah bertemu." _Muhammad Ali Zain "Jika aku datang menawarkan kesucian sebuah rasa, apakah mungkin kau menolak sedangkan kau sudah terikat. apakah hatiku masih bisa mengisi ruang itu meski pernah ada yang menatanya." _Asyifa Angelina Akbar_
All Rights Reserved
#388
religi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Takdir Dari Pesantren
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Cintaku Serumit Itu
  • RASA
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Cinta dalam Doa
  • Doa yang Tergantikan
  • Beauty With The Qur'an [ON GOING]
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)

Setelah patah hati yang mengajarkan luka lebih dalam dari sekadar kehilangan, Lili bersumpah tak ingin jatuh lagi. Tapi takdir mempertemukannya dengan lelaki sederhana yang hadir tanpa janji manis tapi penuh makna. lelaki itu berbeda. Bukan hanya caranya mencintai, tapi juga arah doanya. Semakin dekat mereka, semakin jauh kenyataan membawa. Di antara senyuman dan air mata, mereka menyadari: cinta bisa tumbuh di mana saja, tapi tak selalu bisa tinggal. Ini adalah cerita tentang dua hati yang saling menemukan, tapi tak bisa memiliki. Bukan karena tak cinta tapi karena mereka terlalu percaya. Apakah rasa bisa tetap tumbuh meski arah tak sejalan? Atau justru mereka harus memilih, antara cinta yang hangat... atau keyakinan yang tak bisa dikompromi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines