The World's Precious

The World's Precious

  • WpView
    Reads 1,972
  • WpVote
    Votes 420
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 11, 2020
"Dunia itu adil, tapi kamu harus memilih untuk menentukan alurnya." - Alex Satya Wijaya "Bukan aku yang menentukan alurnya untuk duniaku, tapi mereka yang menentukan alurnya untukku." - Nisa Permata Jingga "Dunia itu memang kejam tapi bukan berarti tidak ada pilihan untuk merubah duniamu sendiri." - The World's Precious Seperti perhitungan matematika dunia itu rumit, tapi tidak serumit kisah manusia. Kamu bisa memperhitungkan kedepannya, tapi kamu tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Begitulah kehidupan Nisa, terasa terombang-ambing di ambang asa. Hingga peran Alex yang begitu besar sangat berpangaruh untuk dunianya. Tapi, apakah semua sejalan dengan perhitungan Nisa? Apakah semua bisa merubah dunia Nisa yang sebelumnya runtuh menjadi dunia yang dia impikan? Karena kenangan adalah segalanya untuk dunia itu sendiri, jadi pilihan juga berperan besar di sini. Baca ceritanya yuk, untuk tahu teka-teki di dalamnya.
All Rights Reserved
#131
kimia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Technology
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • DANADYAKSA
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • HSM 1: OLYMPIADS [END]
  • Sour Seventeen
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}

Bagaimana jika kamu dan teman temanmu terjebak dalam perangkap seseorang, dan masuk kedalam dunia yang bahkan kamu tidak kenali? Dunia ini diciptakan hanya untuk membalas dendam atas apa yang mereka dapatkan. Niskala Amerta dan ketiga temannya, berusaha melarikan diri dari kejaran entitas yang mereka tidak kenali. Akankah mereka akan tertangkap kembali? Atau mereka akan kembali bersama? Dunia yang mereka lihat bahkan lebih canggih dan maju dari pada dunia bumi. Hal ini lantas membuat seempat sekawan itu berdencak kagum, tetapi mereka hanya memiliki kemungkinan kecil untuk keluar dari perangkap dunia di sana, dengan hidup. "Bagaimana bisa engkau ingin menghancurkan bumi, tuanku?" Mata Niskala Amerta menatap nanar pangeran mahkota, tubuhnya sudah bersimbah darah. Terlungkup tidak berdaya dengan teman temannya. "Bumi adalah tempat di mana manusia egois hidup, saya ingin membuat kalian semua menderita dan merasakan kesengsaraan." "Bahkan jika kalian berniat untuk pergi dari sini, saya tidak akan segan segan menyuruh bawahan saya untuk mematahkan kaki kalian." "Jadi, tetaplah disini untuk selamanya." "Bahkan jika kalian berlari dari sini, saya akan menangkap kalian semua hidup atau mati."

More details
WpActionLinkContent Guidelines