Kala itu langit menangis sambil menenggelamkan matahari.
Menciptakan nuansa oranye yang hanya bertahan sementara sebelum akhirnya kegelapan datang mengambil alih.
Kala itu pula aku melihatmu, seperti biasa, dalam radius berkilo-kilometer jauhnya.
Karena akan lebih membingungkan lagi jika kita hanya berjarak sepersekian senti,
bisa saja itu ilusi atau mungkin asli.
Tapi, kau terlalu layak untuk menjadi asli,
di antara ratusan ilusi.
- 2019, ghefithecow.
All Rights Reserved