Kumpulan Cerpen

Kumpulan Cerpen

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 13, 2020
Angin seakan tak mau membuat pohon berdiri dengan tegak. Ia selalu saja berusaha membuat pohon itu seakan goyah hingga tumbang. Namun pohon itu tetap berdiri dengan kokohnya walaupun angin seakan bertiup begitu kencang, ia tetap bertahan karena hidupnya begitu sangat dibutuhkan oleh banyak orang. Cita - cita ibarat sebuah layang - layang yang terbang di atas. Dengan bantuan angin layang - layang itu seakan semakin tinggi dan terus meninggi. Sama seperti halnya kau memiliki sebuah cita - cita jika kau berusaha untuk mencapainya maka cita - cita itu akan semakin tinggi kau gapai. Ig : @imairma254 Wp : Imairma
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Merajut Mimpi Dengan Seutas Tali
  • Siapa Aku, Siapa Kamu dan Dia
  • Bergerak untuk Berubah
  • Kumpulan Cerpen Motivasi
  • Sang MATAHARI [Antologi Cerpen]
  • Kutipan Literasi (Kumpulan Quotes) [SUDAH TERBIT]
  • It's Okay, Kamu Normal !
  • Nagai Hikari (Love, Lost, Sacrifice) - END
  • Kamu Milikku
  • Dunia Kita Berbeda

‼️ ON GOING ‼️ Langit senja merekah jingga, membentang luas seolah tak berbatas, seperti mimpi-mimpi yang sejak kecil ia genggam erat dalam hatinya. Seorang gadis berdiri di bawah cahaya mentari yang perlahan tenggelam, menatap langit dengan sejuta harapan. Ia memiliki begitu banyak impian-besar dan bercahaya-seakan menggantung di atas sana, menunggu untuk diraih. Namun, dunia di sekitarnya tak selalu bersikap baik. Sejak kecil, ia hidup dalam bayang-bayang keraguan dan cemoohan. Orang-orang memandangnya sebelah mata, menganggapnya tidak berbakat, tidak istimewa, dan tidak memiliki masa depan yang menjanjikan. Ia sering kali merasa sendirian, diabaikan, bahkan dijauhi. Kata-kata mereka menusuk seperti pisau tajam yang menggores kepercayaan dirinya. "Kau tak akan pernah menjadi apa-apa." "Mimpimu terlalu tinggi, kau hanya akan jatuh." "Berhentilah berkhayal, hadapilah kenyataan." Tapi di dalam hatinya, ada api kecil yang terus menyala. Api itu adalah tekadnya. Alih-alih menyerah pada semua penolakan dan hinaan, ia memilih jalan yang lebih sulit-jalan penuh perjuangan dan kerja keras. Ia tak ingin hidupnya dihabiskan dalam penyesalan hanya karena ia tak cukup berani untuk mencoba. Ia memulai segalanya dari nol, mengisi hari-harinya dengan belajar, membaca, dan berlatih. Saat orang lain menikmati waktunya, ia memilih untuk tetap terjaga di malam-malam panjang, berusaha lebih keras dari siapa pun. Ia tahu bahwa satu-satunya cara untuk membuktikan dirinya bukanlah dengan membalas kata-kata mereka, tetapi dengan pencapaian yang tak bisa mereka sangkal. Namun, perjuangannya tak mudah. Ada hari-hari di mana ia hampir menyerah, saat kelelahan menghimpit, saat dunia terasa begitu berat. Tetapi setiap kali ia merasa ingin berhenti, ia mengingat mimpinya. Ia mengingat bagaimana ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu, bahwa ia lebih dari sekadar gadis yang diremehkan oleh banyak orang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines