Mawar Merah

Mawar Merah

  • WpView
    Membaca 262
  • WpVote
    Vote 30
  • WpPart
    Bab 15
WpMetadataReadLengkap Sel, Mei 5, 2020
Berisik? Itu kepribadian Kirani. Ia tak bisa diam, tapi gak sulit diatur. Itulah yang membuat Kennand kepincet gak keruan dengannya. Kirani. Ia bertemu dengan pria itu. Pria yang membawanya keseluruh ingatan lamanya. Semua kebersamaan mereka, kembali muncul didalam memorinya. Kedua orang itu saling menatap, sambil memunguti kertas yang berjatuhan di lantai. Sesudah itu, semuanya kembali pada urusan masing-masing. "Kenapa sih, tiap kali gue natap dia, dia selalu buat aku deg-degan?" Pikir Kirani sambil memegangi kedua pipinya yang memerah. "Dia... Kau kembali! Setelah sekian lama menghilang, kau kembali datang mengisi hatiku yang kosong, yang hanya ada bilik berdebu yang tak kunjung diisi." Kata Benedct dalam hatinya setekah ia bertemu dengan gadis bernama Kirani itu. Sebersit rasa cemburu timbul dari seorang laki-laki berseragam urakan dibalik madinh. Setelah ia mengenal Kirani, dirinyapun terpikat dengan gadis itu. Mereka seperti setangkai bunga mawar dan kupu-kupu yang tak pernah bisa berhenti saling mendekat walaupun banyak rintangan, sehelai daun jatuh, menerbangkan sang kupu-kupu. Apakah kupu-kupu tersebut akan kembali hinggap pada bunga mawar tersebut? Apakah kupu-kupu tersebut akan terus memperjuangkan sang bunga mawar? Semua itu akan terungkap dalam cerita ini, cerita dimana kupu-kupu akan setia bersama Bunga Mawar.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#242
mawar
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ALVANSA [Completed]
  • Be Yours
  • Cuaca
  • Geng Bratadikara (TERBIT) ✓
  • MY BOYFRIEND CUPU [ON GOING]
  • Love in Difference
  • Perihal Sandwich(End)

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan