Mawar Merah

Mawar Merah

  • WpView
    LECTURAS 277
  • WpVote
    Votos 30
  • WpPart
    Partes 15
WpMetadataReadConcluida mar, may 5, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Berisik? Itu kepribadian Kirani. Ia tak bisa diam, tapi gak sulit diatur. Itulah yang membuat Kennand kepincet gak keruan dengannya. Kirani. Ia bertemu dengan pria itu. Pria yang membawanya keseluruh ingatan lamanya. Semua kebersamaan mereka, kembali muncul didalam memorinya. Kedua orang itu saling menatap, sambil memunguti kertas yang berjatuhan di lantai. Sesudah itu, semuanya kembali pada urusan masing-masing. "Kenapa sih, tiap kali gue natap dia, dia selalu buat aku deg-degan?" Pikir Kirani sambil memegangi kedua pipinya yang memerah. "Dia... Kau kembali! Setelah sekian lama menghilang, kau kembali datang mengisi hatiku yang kosong, yang hanya ada bilik berdebu yang tak kunjung diisi." Kata Benedct dalam hatinya setekah ia bertemu dengan gadis bernama Kirani itu. Sebersit rasa cemburu timbul dari seorang laki-laki berseragam urakan dibalik madinh. Setelah ia mengenal Kirani, dirinyapun terpikat dengan gadis itu. Mereka seperti setangkai bunga mawar dan kupu-kupu yang tak pernah bisa berhenti saling mendekat walaupun banyak rintangan, sehelai daun jatuh, menerbangkan sang kupu-kupu. Apakah kupu-kupu tersebut akan kembali hinggap pada bunga mawar tersebut? Apakah kupu-kupu tersebut akan terus memperjuangkan sang bunga mawar? Semua itu akan terungkap dalam cerita ini, cerita dimana kupu-kupu akan setia bersama Bunga Mawar.
Todos los derechos reservados
#156
ipa
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Janji yang Menemukan Rumah
  • Waiting For You [TAMAT]
  • Be Yours
  • Heartbeats: Di Antara Dua Dunia
  • Bumblebee {Nohyuck} Going To Season 2
  • Geng Bratadikara (TERBIT) ✓
  • Perihal Sandwich(End)
  • My Heart

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido