Mawar Merah

Mawar Merah

  • WpView
    LECTURAS 277
  • WpVote
    Votos 30
  • WpPart
    Partes 15
WpMetadataReadConcluida mar, may 5, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Berisik? Itu kepribadian Kirani. Ia tak bisa diam, tapi gak sulit diatur. Itulah yang membuat Kennand kepincet gak keruan dengannya. Kirani. Ia bertemu dengan pria itu. Pria yang membawanya keseluruh ingatan lamanya. Semua kebersamaan mereka, kembali muncul didalam memorinya. Kedua orang itu saling menatap, sambil memunguti kertas yang berjatuhan di lantai. Sesudah itu, semuanya kembali pada urusan masing-masing. "Kenapa sih, tiap kali gue natap dia, dia selalu buat aku deg-degan?" Pikir Kirani sambil memegangi kedua pipinya yang memerah. "Dia... Kau kembali! Setelah sekian lama menghilang, kau kembali datang mengisi hatiku yang kosong, yang hanya ada bilik berdebu yang tak kunjung diisi." Kata Benedct dalam hatinya setekah ia bertemu dengan gadis bernama Kirani itu. Sebersit rasa cemburu timbul dari seorang laki-laki berseragam urakan dibalik madinh. Setelah ia mengenal Kirani, dirinyapun terpikat dengan gadis itu. Mereka seperti setangkai bunga mawar dan kupu-kupu yang tak pernah bisa berhenti saling mendekat walaupun banyak rintangan, sehelai daun jatuh, menerbangkan sang kupu-kupu. Apakah kupu-kupu tersebut akan kembali hinggap pada bunga mawar tersebut? Apakah kupu-kupu tersebut akan terus memperjuangkan sang bunga mawar? Semua itu akan terungkap dalam cerita ini, cerita dimana kupu-kupu akan setia bersama Bunga Mawar.
Todos los derechos reservados
#29
key
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Be Yours
  • Menghitung Hujan (Markhyuck)
  • Cuaca
  • My Heart
  • TACENDA
  • ALVANSA [Completed]
  • Jangan Jatuh Cinta Padaku (OnGoing)
  • Waiting For You [TAMAT]
  • Geng Bratadikara (TERBIT) ✓
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido