Story cover for Pengikat by BuxannBiassyyaa
Pengikat
  • WpView
    LETTURE 4
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 2
  • WpView
    LETTURE 4
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 2
In corso, pubblicata il dic 15, 2019
Per adulti
ketika sang waktu mempertemukan kembali dengan sang pemberi luka sekaligus sang 
pemberi "CAHAYA" hati,mampukan evelyn Amara josep menghadapinya tanpa linangan air mata ..
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere Pengikat alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 8
Saat Rumah Tak Lagi Pulang [Selesai] cover
senyuman palsu -Tamat- cover
A Fairy (Ejchol) cover
aku hanya ingin bahagia cover
I Love You Kakak 🚫🔞 cover
Finally cover
BIANANTA cover
ARSENIO [KEPERGIANNYA]✔️ cover

Saat Rumah Tak Lagi Pulang [Selesai]

37 parti Completa

Cerita sudah selesai, masih lengkap. ❝Seperti harapan yang tak pernah usai, rindu selalu punya cara untuk membuat air mata terjatuh.❞ Bagi Rere, rumah bukan lagi tempat untuk pulang. Sejak kepergian Papahnya yang lebih memilih wanita lain ketimbang keluarganya, dan juga Tama, sahabat yang pernah menjadi dunianya-hidup terasa hampa dan sunyi. Hingga suatu hari, di tepi pantai yang selalu menenangkan hatinya, dia bertemu dengan Arkanta Sanjaya-pria asing yang perlahan membawa warna ke dalam dunianya yang gelap. Arkan hadir seperti angin laut, membawa ketenangan sekaligus kebingungan. Ada sesuatu yang terasa akrab dalam diri Rere, seolah ia pernah mengenalnya jauh sebelum pertemuan itu, dan semakin dalam Arkan mengenal Rere, semakin kuat perasaan asing yang menggelitik pikirannya. Lalu, ingatan itu datang. Sebuah mimpi yang pernah menghantuinya bertahun-tahun lalu-tentang seorang gadis tunanetra yang duduk di halte bus, menangis dalam keheningan. Apakah semesta telah menuliskan kisah mereka jauh sebelum mereka bertemu? Ataukah ini hanya permainan takdir yang tak bisa mereka hindari? Saat rumah tak lagi menjadi tempat untuk pulang, akankah hati mereka menemukan jalannya sendiri?