Berkelana Pulang

Berkelana Pulang

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 30, 2020
Ini rumah, bukan sekedar rumah. Terlihat jelas pada warna yang tertera. Apa kabar dirimu? Sudahkah mendapati rumah yang membuatmu betah? Sudahkah mendapati rumah yang tak pernah membuatmu Resah? dan Sudahkah mendapati rumah yang menyetak banyak kenangan Indah? Atau kamu tidak punya rumah? Bukan, semua orang mempunyai rumah, hanya saja kamu yang belum menemui Jalannya, Kemana Arah kamu akan mencari, kemana arah kamu akan berkelana tanpa mencaci, lalu berjalan kemudian berlari dan beristirahat di rumah yang membuatmu lelap itu. Bagaimana cara menemui arahnya? Mari mampir, siapa tau Cerita ini bisa menjadi rumahmu, atau kau menemukan sesuatu dari cerita ini. Selamat pulang, dan membawa oleh-oleh.
All Rights Reserved
#3
membangun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cerita Tentang Kita
  • LOVE FOR BROTHER {END}
  • Menemukanmu
  • Menjadi Adik Para Boel
  • Bungsu [second life]
  • Pulang yang Kutemukan dalam Dirimu
  • Sound Of Heart
  • 𝐊𝐚𝐥𝐚 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚 [Sudah Terbit]
  • Unraveling Us

Terkadang kita tak mengerti apa yang sebenarnya di inginkan oleh hati, terkadang sebuah hal kecil dapat membuat kita tersenyum dengan tulus atau bahkan mengingatkan kita tentang sepenggal kisah yang pernah terjadi. Aku mungkin hanya orang biasa yang mempunyai banyak mimpi untuk di wujudkan tapi aku selalu percaya suatu saat hal ini akan menjadi nyata walaupun entah kapan akan terrealisasikan, hanya Tuhan yang tahu. Inilah kisahku aku akan memulainya, baca , dengarkan dan mengertilah ini kisahku tentang sebuah perjalanan perasaan yang terjadi dalam hidupku. Entah ini takdir atau hanya ujian hidup yang harus terus aku jalani. Kadang aku merasa ini begitu menyakitkan ,begitu tak adil. Kadang aku ingin marah tapi dengan siapaa? Disaat aku merasa aku tak sanggup lagi menjalaninya aku akan menangis sekeras-kerasnya agar aku bisa merasa lebih baik, tapi tentu saja hal itu hanya bersifat sementara. Ataukah aku harus lari dari kenyataan hidup yang harus aku jalani? Mungkin dengan begitu hidupku akan lebih baik, tak mungkin semudah itu teman-teman aku ini masih remaja belum punya apa-apa , jajan aja masih minta ortu. Yaahh...apapun yang terjadi kedepannya aku cuman bisa jalani. Hidup ini kan penuh dengan teka-teki dan misteri apapun yang terjadi aku harus terus belajar mensyukurinya.hanya itu yang bisa aku lakukan. Seperti menerima keadaanku sendiri . Yaa keadaanku sendiri , keadaan yang kurang baik , keadaan yang sempat membuat aku menangis sebulan lamanya, keadaan yang membuat duniaku seperti kiamat , seperti waktu berhenti berputar . Entah kenapa ini terjadi bertubi-tubi kepadaku . Yang aku tau saat itu aku jatuh dan merasa ini sudah berakhir. . . . . . . Cerita ini telah aku revisi ulang dari cerita sebelumnya yaa..karna ada beberapa yang harus aku ubah sedikit dan perbaiki karna ada kesalahan teknis. Selamat membaca guys...

More details
WpActionLinkContent Guidelines