Ruang Temu Rasa

Ruang Temu Rasa

  • WpView
    GELESEN 2,544,405
  • WpVote
    Stimmen 248,835
  • WpPart
    Teile 44
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Fr., Jan. 6, 2023
WpInfo
Belletristik
Romantik
College und Universität
Friends to Lovers
Love Triangle
[Cerita ini akan menjadi gratis pada tanggal 15 September 2025] Brilian, seorang mahasiswa hukum berusia 20 tahun, berhasil bekerja part time di Kafe Ruang Temu Rasa, milik pria yang selama 1,5 tahun terakhir dicintainya diam-diam. Saat perasaannya bersambut, ia harus menghadapi mantan pacar si pria yang posesif dan psycho, serta perasaan adik sang pria, yang juga sahabat baik Brilian sendiri. *** Brilian (Bri) bersahabat baik dengan Dimas. Selain mereka, ada juga Adri dan Toro yang tergabung dalam WhatsApp Group pertemanan "Manis Manja Group". Suatu hari, tanpa ada angin dan hujan, tiba-tiba saja Dimas meminta Bri menjadi pacarnya. Padahal selama ini Dimas tidak menunjukkan perasaan apa pun padanya. Usut punya usut, Bri tahu kalau Dimas dan Larung sedang taruhan, siapa yang punya pacar lebih dulu akan terbebas dari kewajiban mengurus kafe Ruang Temu Rasa, kafe keluarga yang hidup segan mati pun tak mau. Masalahnya adalah tidak ada yang tahu bahwa selama ini Bri mencintai Larung, kakak Dimas yang juga terlibat taruhan itu. Dimas akhirnya berhasil memenangkan taruhan, dan Larung diharuskan mengurus kafe. Kabar baiknya lagi, Brilian yang sedang butuh uang tambahan, diterima bekerja part time di RuTem. Bekerja di RuTem membawa kabar baik untuk hubungan Bri dan Larung. Kesempatan untuk lebih dekat dengan pujaan hatinya itu terbuka lebar. Sayangnya, ketika perasaannya mulai bersambut, Bri tahu bahwa ternyata mencintai Larung itu sama sekali tidak mudah. Dalam sekejap, hidupnya penuh dengan masalah. Dan lagi pula ... Hey! Kan sekarang ini status Bri adalah pacar Dimas, meski hanya pura-pura. Kok bisa dia lupa poin sepenting ini? Cover by: Ilafi @pinetreeforest Start: 15 Desember 2019 Finish: 07 September 2020
Alle Rechte vorbehalten
#119
adult
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien