We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SUMBA - Sepenggal Kisah Rainy

SUMBA - Sepenggal Kisah Rainy

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 17, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Bagaimana rasanya, jika tiba-tiba harus datang tanpa sedikitpun keinginan? Juga, bagaimana rasanya jika harus pergi padahal sepenggal kisahmu tak ingin sedikitpun kau tinggal?" Rainy Larasty Dunirwo. Ya, itu namaku. Katanya, namaku susah di eja. Memang katanya, kata laki-laki yang selalu mengisolasikan dirinya. Menganggap, bahwa dirinya hanya perlu sendiri, sebab jika berada dikeramaian orang, ia adalah noda pada kain putih. Lalu, bagaimana bisa noda itu membekas di dalam hatiku? Sudah kusingkirkan beberapa kali, tetap saja tak bisa. Ia menetap, enggan hilang walau kusudah bilang. Kamu siapa? Beraninya tak bisa bersih, tapi tidak membuatku risih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Cinta Yang Tak Tersampaikan (THE END)
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Adek Abang || END
  • Bunga Yang Layu
  • The Silence That Shaped Me
  • AFKARA [END]
  •  HAZELA

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines