Stairway to Unknown

Stairway to Unknown

  • WpView
    LECTURAS 38,414
  • WpVote
    Votos 6,283
  • WpPart
    Partes 40
WpMetadataReadConcluida sáb, dic 5, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Ana mengira bersekolah di SMK bisa sangat santai dan seenaknya. Dan, selulusnya dari sana ia bisa langsung bekerja. Enak banget, kan? Sekolah santuy, selepasnya bisa langsung kerja. Tapi, entah ya, kenyataan selalu tak pernah seindah kenyataan dan angan-angan. Mungkin hal itu terjadi supaya para penulis cerita selalu punya kisah untuk dituliskan, hihi. Begitu dengan Ana. Bersekolah di SMK jurusan Perhotelan ternyata bikin babak belur. Mana yang katanya santai; ia harus disiplin tingkat tinggi, mulai ujung kepala sampai ujung kaki -- mengikat rambut rapi, seragam terseterika licin, dan lain-lain. Tak hanya perihal yang membuatnya kudu tampil kinclong dan cantik, tapi sebagai calon hotelier yang baik, Ana kudu mau menyikat toilet bau saat mendapat tamu hotel yang jorok. Belum lagi bully-an dari teman-teman yang lain. Berantem sama pacar. Ibu yang nggak bisa diajak rembukan. Detensi. Dan lis tugas praktik kelas XI yang boanyak banget. Ana capek. Dan merasa sepertinya ia salah mengambil jurusan -- salah mengambil keputusan bersekolah di SMK. Lalu bagaimana? __ Btw, aku sangat suka judul series-ku ini; the Stairway to Unknwon. Karena, hampir mirip dengan judul lagu favoritku; Stairway to Heaven-nya Led Zeppelin 🎸
Todos los derechos reservados
#3
graduation
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Argithan √
  • Resep Cinta To Senior
  • JEVANGAR (Sequel Zayyan Harquel) ✓ Terbit ‼️
  • Titik Nadir
  • Everything is You
  • GERALDI [SUDAH TERBIT]
  •  Tunggu Aku Dirumahmu Ukhti
  • ON SIGHT (Completed)

"Please, Pak. Ara beneran nggak mau di cincang sama kaprog gila, Paaak!!!" Pasang senyum sejuta byte, akhirnya pak ojol menyerah. Ia menepikan motornya. Kemudi motor beralih ke tangan. Ara tersenyum puas harapannya terpenuhi. Saatnya beraksi. "Aduh, mbak..., jantung Pak Ojol mau copot!!!" Belum banyak beberapa menit, telinga Ara sudah dicemari oleh teriakan dari si pemilik motor. Tak peduli dengan itu, Ara menancapkan gas lebih banyak lagi. "Awas, mba eee! Bakul krupuk!" Bodoamat, Pak! Wkwk. Bibir Ara mengencang menyesuaikan gas yang ia tarik. Bakul krupuknya aja yang nggak tau diuntung. Memakan banyak tempat, huhhh. Berbelok ke area sekolah dan mengakhirinya dengan mengerem mendadak. Membuat Ara sediki tersungkur ke depan akibat tekanan tubuh dari si penumpang. "Aduh, Mbaknya ... cantik-cantik naik motor, kok, kayak orang kesurupan!" Pak Ojol mengusap-ngusap dadanya. Tenang, Pak. Masih idup, kan? Ara tak menggubris, ia mencopot helm yang menaungi kepala Ara dan memberikan ke pemiliknya. Ia menyodorkan uang pas ke pak ojol. "Thanks, ya, Pak!" Pak ojol menggelengkan kepalanya. Darahnya sor-soran, jantungnya deg-degan. Bocah SMK mengajak pak ojol mau mati. Haduh! Ara berlari kecil menuju kelasnya. Koridor cukup sepi. Untungnya, di gerbang tidak ada BK ataupun satpam, si Gatol botak! "Ternyata, selain jadi murid bar-bar, kamu juga jadi pembalap." Tepat sekitar enam meter dari jaraknya Ara, si kaprog gila itu sedang berjalan di belakangnya. Bersuara dengan mistisnya, Ara menjadi was-was. Masalah apa lagi, ya, Allah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido