Rinai

Rinai

  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 27, 2019
Semesta turut bersedih mnyaksikan sosok bermata indah yg dengan pelan menapak bumi, sendu membalut langkah langkahnya. Seolah berjalan tanpa tujuan. Siapa yg tahu jika didalam hatinya tertanam amarah yg sulit untuk di luahkan. Rasa sakit semakin merogoh jantungnya hingga di mata indah itu kini terbentuk bendubgan kecil. Sesekali gadis itu mendongak, menatap mendungnya langit untuk menahan tangis. Nihil. Pertahanannya jebol, sungai kecil mulai mengaliri kedua pipinya. Guntur menggelegar seakan tak menerima air mata itu. Matahari mulai bersembunyi dibalik awan yang kelabu. Rintik demi rintik mulai berjatuhan, perlahan membasahi bumi. Air mata itu mengalir bersama tetesan hujan yg kian deras. Langit mencintainya, mengiriminya hujan untuk menghapus jejak air mata berharganya. Dialah serintik dari jutaan tetes hujan.Rinai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • DENIAL
  • Rainangkasa #2 [END]
  • Dear Renza [TERBIT]
  • I Miss Rain
  • Aku dan dimensi hujan
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Kosan Malapetaka
  • SEMESTA

Semesta Arya Pratama selalu merasa hidupnya seperti langit mendung-kelabu, sesak, dan tidak pernah benar-benar terang. Sebagai anak kedua dalam keluarga yang lebih sering menuntut daripada memahami, ia tumbuh dengan luka yang tak terlihat, terbiasa menyimpan semuanya sendiri. Ia bukan anak yang gagal, tapi juga tak pernah dianggap cukup. Hingga di suatu hari, di sudut perpustakaan yang sepi, ia bertemu dengan Cahya Langit Maheswari. Gadis pendiam yang selalu menunduk, seolah berusaha menghilang dari dunia. Langit tidak banyak bicara, tapi kehadirannya entah bagaimana membuat Semesta merasa sedikit lebih ringan. Namun semakin lama, Semesta justru semakin kehilangan arah. Semakin hari, tekanan dari keluarganya kian menyesakkan. Beban yang ia pikul semakin berat, tapi tak ada yang benar-benar melihat. Dan ketika semuanya terasa terlalu melelahkan, ia membuat keputusan yang tak bisa diubah. Semesta pergi, meninggalkan keheningan yang menggema. Meninggalkan cerita yang tak akan pernah bisa diulang. Dan setelah ia tak ada, barulah dunia menyadari betapa berartinya Semesta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines