Bukan Salah Takdir

Bukan Salah Takdir

  • WpView
    Leituras 9
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, out 28, 2020
Tak ada pernikahan yang sempurna, masing-masing telah ditakar sesuai porsinya. Pernah merasakan duka, juga bahagia. Kita tak pernah bisa menebak alur kehidupan akan mengarah kemana. Apakah pada kebahagiaan atau justru... kesedihan. Tapi yakinlah, tidak semua bahagia harus terbungkus dengan indah. *** Pernikahan yang kuimpikan akan seindah pasangan Ali dan Fatimah, rupanya memang hanya sebatas mimpi. Belum lama setelah aku menikah, aku sudah dihadapkan dengan berbagai problem yang sama sekali tidak terfikir olehku. Awal yang seharusnya berbuah manis bagi sebuah pernikahan, justru tidak dengan ku yang dikejutkan oleh terbongkarnya sebuah rahasia. Rahasia yang seakan menjadi jurang dalam pernikahan kami yang baru seumur jagung. Aku begitu menyalahkan takdir yang mempertemukan aku dengannya, hingga aku lupa bahwa akulah yang memulai kisah ini, aku begitu terpesona pada parasnya, tanpa menyadari ada duri dibaliknya. Haruskah aku menyerah dengan jalan yang ku pilih? Atau bertahan yang bagaikan berjalan diatas bara api yang menyala-nyala,? Dilema, itulah yang kurasakan. Kepedihan teramat mendalam membuat hati ku menjadi buta. Buta kepada kebenaran dan lebih buta kepada Sang pemilik kebenaran.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Interweave
  • AKU (BUKAN) ISTRI SIMPANAN [END]
  • Membumi(Tamat)
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • jadi orang tua itu gak gampang
  • SALAH
  • Regards, Natashira (END)

"Kamu tahu di usia berapa ibumu melahirkan kamu?" Thesa tahu. Namun, ia memilih untuk mengunci mulutnya rapat. "Delapan belas tahun." Opa menjawab dengan raut datar. "Di usia semuda itu dia sudah berani jadi pembangkang. Akibat dari itu masa depan ibumu hancur karena kesalahannya sendiri. Jadi, kamu sebagai anaknya jangan berani melawan saya kalau tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Mengerti?" *** Seumur hidup Thesa tinggal di rumah opanya bersama oma tirinya. Dia tidak punya sosok ayah, tapi ibunya masih hidup. Wanita itu tidak pernah berada di sisinya sedari kecil. Namun, Thesa paham mengapa ibunya pergi. Dia hanyalah anak di luar nikah, apa pentingnya eksistensi Thesa dalam hidup sang ibu? Dan ketika opanya berusaha belajar dari masa lalu, tanpa sadar pria tua itu malah membawa Thesa ke jurang yang lebih dalam. Melangsungkan pertunangan demi menghindari kesalahan yang sama justru tidak membuat segalanya lebih baik. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, kata pria itu. Di usianya yang baru menginjak 17 tahun ia harus bertunangan. Thesa tidak punya keberanian untuk melawan sang opa yang sudah merawatnya sejak kecil. Sementara sedari dulu diam-diam Thesa menyimpan perasaan kepada Gamaliel, teman masa kecilnya. Bertahun-tahun perasaan itu terpendam, nyatanya semakin dalam hingga Thesa sendiri tidak tahu apakah ada jalan keluarnya. Lantas ketika pertunangan itu terlanjur berlangsung, apakah Thesa mampu menjalaninya? 12/05/23

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo