Bukan Salah Takdir

Bukan Salah Takdir

  • WpView
    Membaca 9
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Okt 28, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
Tak ada pernikahan yang sempurna, masing-masing telah ditakar sesuai porsinya. Pernah merasakan duka, juga bahagia. Kita tak pernah bisa menebak alur kehidupan akan mengarah kemana. Apakah pada kebahagiaan atau justru... kesedihan. Tapi yakinlah, tidak semua bahagia harus terbungkus dengan indah. *** Pernikahan yang kuimpikan akan seindah pasangan Ali dan Fatimah, rupanya memang hanya sebatas mimpi. Belum lama setelah aku menikah, aku sudah dihadapkan dengan berbagai problem yang sama sekali tidak terfikir olehku. Awal yang seharusnya berbuah manis bagi sebuah pernikahan, justru tidak dengan ku yang dikejutkan oleh terbongkarnya sebuah rahasia. Rahasia yang seakan menjadi jurang dalam pernikahan kami yang baru seumur jagung. Aku begitu menyalahkan takdir yang mempertemukan aku dengannya, hingga aku lupa bahwa akulah yang memulai kisah ini, aku begitu terpesona pada parasnya, tanpa menyadari ada duri dibaliknya. Haruskah aku menyerah dengan jalan yang ku pilih? Atau bertahan yang bagaikan berjalan diatas bara api yang menyala-nyala,? Dilema, itulah yang kurasakan. Kepedihan teramat mendalam membuat hati ku menjadi buta. Buta kepada kebenaran dan lebih buta kepada Sang pemilik kebenaran.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • jadi orang tua itu gak gampang
  • Warisan Tak Terduga [END]
  • Mas Angga✔️
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • FAITH: My Second Marriage (Buku Ready)
  • Membumi(Tamat)
  • Forbidden Love [Completed]✓
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Regards, Natashira (END)

Bertemu dengan orang yang tepat, menikah, punya anak, dan hidup bahagia selamanya. Lalu, bagaimana jika orang yang kita temui tidak tepat? Apa yang kalian pikirkan tentang pernikahan? Bahagia, sedih, diselingkuhi, kdrt, patriarki, atau bahkan, rasa ingin mati yang muncul secara tiba-tiba? Pernikahan bukan hal sederhana yang bisa dilakukan begitu saja, beberapa diantara mereka hanya memikirkan hidup bahagia dan mempunyai anak. Tanpa berpikir jika anak itu bahagia atau malah mendapat trauma dalam pernikahan orang tuanya. Merasa dibedakan bahkan diasingkan. Banyak dari mereka yang tidak mau disamakan seperti orang tuanya, apalagi memiliki sifat yang sama. Dalam pernikahan, seberapa banyak menunjukkan hal yang tak perlu diperlihatkan atau didengarkan oleh mereka. Di sini, kalian akan melihat anak-anak yang ingin lari atau mempertahankan 'rumah' mereka masing-masing. Cerita dari saya. Vaveela L. Menulis dikala tak sibuk+mood sedang baik.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan