SAILING THE SEASHORE

SAILING THE SEASHORE

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 17, 2019
PROLOG Perempuan itu masih memandang kosong pada sosok yang tampak mematung di hadapannya. Seseorang berkebaya putih dengan payet yang tampak berkelip karena pantulan cahaya, dipadukan dengan bawahan kain batik. Ia sedang berusaha sekuat tenaga untuk menahan tangis yang pasti akan menghancurkan riasan berjam-jamnya bila ia membiarkan air mata mengalir begitu saja. "Kau yakin sial ini?" tanya perempuan itu pada bayangan dirinya sendiri pada cermin di hadapannya kemudian ia tersenyum sendiri seolah memberi isyarat bahwa semua akan baik-baik saja. Dua detik kemudian, perempuan itu memandang kosong pada langit di luar jendela ruangannya. "Hidup hanya satu kali, menikah juga seharusnya hanya sekali sakral. Penceraian bukan sebuah pilihan, kau ingat itu." Kata-kata itulah yang terus terngiang di otaknya. Bagaimana tidak? Ini adalah hari pernikahannya dan entah kenapa perasaannya seperti di campur aduk, Terlalu banyak nasihat sana-sini yang membuat pikirannya semakin runyam kala itu. Kepalanya terasa berdenyut dan mungkin hampir pecah. Ia kembali bermonolog dengan cermin, entah percakapan macam apa yang sedang ia bahas dengan pantulan dirinya sendiri. Percakapan itu terhenti saat menyadari seseorang mengetuk pintu kamarnya dan langsung masuk begitu saja menghampirinya. "Ayah," panggil gadis atau lebih tepatnya perlahan beranjak menjadi wanita muda tersebut. "Kau sudah siap?" "Never been this ready, Dad."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silent, Please! (Re-up)
  • AFTER WEDDING - TERBIT
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Seindah Senja Kala Hujan
  • Renjana : Arutala Dirgantara [Completed]
  • Jodoh Pilihan Abi
  • My Husband Is A Cold Man
  • Hidup di Dalam Bayangan
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)

Ada nggak sih manusia bumi yang hidupnya monoton banget nggak ada cabang-cabangnya kayak aku? Setiap hari cuma jalani hidup seadanya. Nggak ada perlawanan, udah kayak hidup nggak mau tapi mati aja segan. Selalu nurutin perintah orang tua, disuruh ini itu nurut. Bahkan di suruh nikah sama orang yang nggak dikenal pun tanpa sungkan langsung ngangguk. Nggak nolak atau apa pun itu? Kayaknya cuma aku deh manusia bumi yang pantas banget dikasih penghargaan sebagai manusia terbaik. Di lamar sama orang asing--yang konon katanya temen paud langsung ngangguk aja nggak banyak protes. Cuma bisa berserah diri sama Tuhan semoga dibukakan jalan mudah selebar-lebarnya. ><>< "Calla, saya izin bawa kamu ke apartemen boleh?" "Ada cewek lain nggak, Mas? Saya ini tipikal cewek baik-baik yang memusuhi buaya!" "Tenang saja. Kamu cewek pertama yang saya bawa ke sana! Nanti malam jangan lupa, malam pertama kita!" "........" "Boleh kabur nggak sih?" "Nggak boleh, kamu sudah saya bawa masuk ke dalam hidupnya seorang Aditya Arsenio. Saya jamin kamu akan bahagia!" "Eitss, jangan lupa headset bluetooth saya di kembalikan. Nanti saya belikan yang baru, khusus buat kamu, istri saya!" Yuk, baca keseruan kehidupan Calla Heelwa dan Aditya Arsenio. Langsung ke prolog, ya? Jangan lupa dukungannya!

More details
WpActionLinkContent Guidelines