Real Dan Reality ( TAMAT )

Real Dan Reality ( TAMAT )

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 16, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Tagsremaja
Di sekolah dasar ( SD ) kita 6 Tahun. . Sekolah menengah penjuru ( SMP ) kita 3 Tahun. .. Di sekolah menengah atas ( SMA ) kita 3 Tahun. .. Di universitas ( Kuliah ) kita minimal 4 tahun. ... Apa yg kita pelajari dan apa yg kita dapatkan itu semua Real ( yata ) Ya , - Ilmu yg Real ( nyata ) - Prestasi yg real ( nyata ) - Di didik dengan real ( nyata ) Setelah lulus dan Tamat dari universitas. .. Kita baru menyadari, kehidupan di luar sekolah berbeda dari apa yg telah kita pelajari ( ya, Dari Ilmu" Yg real ( nyata ) kita dapat kan di dalam sekolah ) Reality ( kenyataan ) nya di luar sekolah 1+1 = bukan 2 bisa jadi 3 bila ada yg nambahin. .. Atau 1+1 = 1 bila ada yg ngurangin. .. Ini lah reality ( kenyataan ) dalam kehidupan yg real ( nyata ) # Baca terus Ya Semakin Seru nih. ...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • RE-SILIENCE (END)
  • My Eyes On You
  • Different Page [Complete]
  • DANADYAKSA
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • Constellations From The Room
  • MENTAL -90
  • Aturan Anti Cinta

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines