Ungkapan Rasa

Ungkapan Rasa

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 9, 2020
Ketika lisan sudah tak mampu menyampaikan rasa, goresan tangan yang bertindak sebagai penghubung rasa. "Hanya sajak amatiran, yang ditulis ketika ide datang. Silahkan mampir kalau suka, kalau tidak tak apa".
All Rights Reserved
#79
tentangmu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Untuk Seseorang yang Belum Pernah Kutemui [Sudah Terbit] (New Cover)
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • BAPER {SELESAI}
  • MY Expectation (FINISH)
  • Rasa Tanpa Kata
  • Just Words
  • KIARA [End]
  • Coretan Hitam

Dalam pusaran semesta, Naray ńa Ascella dihadapkan pada sosok laki-laki yang hadir bak angan tentang malaikat berwujud fana. Dalam keheningan dunia yang meredup, ia muncul menjadi penawar, menjadi rumah di saat semua pintu tertutup rapat. Lelaki itu membimbing Rayna menelusuri liku-liku, menuju bahagia untuk dijamah. Ia menyulam keberadaan menjadi jalan setapak yang memimpin Rayna pada lentera, pada pengharapan yang terselip di ruam-ruam gelap. Namun Rayna sadar, tiada sesuatu yang abadi. Karenanya ia tak berhenti memohon agar semesta mengulur waktu, memberi ruang bagi mereka merajut kisah yang tertunda. Rayna ingin menyambut senja, menjahit puisi-puisi rindu, dan menyusun seluruhnya untuk pria yang menyandang pusat semestanya.. El Léor Arnawama Auriga. ___________________ Hanya sebatas kisah ilusi, Terimakasih telah menikmati... ___________________ 🏆rank 1 in #sanskerta 1 in #antologi 1 in #bait 1 in #usai 1 in #prosa

More details
WpActionLinkContent Guidelines