ME STESSA
  • WpView
    Reads 210
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Mon, Jun 1, 20206h 5m
Hai Senja, kau baik-baik saja kan? Tidak nakal?" "Aku mengantuk." Fajar melepas jaketnya dan memakaikan ke tubuh Senja walau kebesaran. Tas sekolah yang Fajar pakai ia pindahkan ke tubuh bagian depan. Setelahnya ia berjongkok di hadapan Senja. "Naiklah, Tuan Putri." "Hehe, terima kasih," Senja segera memeluk leher Fajar dari belakang. Gadis itu juga menyandarkan kepalanya di bahu Fajar. Fajar segera berjalan menuju rumahnya. Melangkah di kesunyian malam, sesekali Fajar membenarkan posisi Senja yang ada di punggungnya. Fajar mengabaikan angin dingin yang menerpa kulitnya. Second story by me. Hope you like and enjoy the story, Berries. :) FOLLOW MY ACCOUNT FOR COMPLETED STORY.
All Rights Reserved
#1
cintasuci
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Siluet Hati [C]
  • Mutiara ✔ [Completed]
  • What If
  • Triple F
  • Menunggu mu..
  • Milik Tuan Megat [𝒞 ]
  • A sweet Treats
  • IVAN QIDRAN

Dia membawa hati yang luka jauh ke utara - tempat dia belajar untuk kuat, untuk tertawa, dan untuk melepaskan. Di sebalik senyumannya, tersimpan seribu kesunyian.. tentang ibu yang disisih, tentang kasih yang dirindui, dan tentang cinta yang datang tanpa dijemput. Ghaz yang melukis tawa, Haikal yang tak pernah jemu, dan Harith - lelaki masa lalu yang hadir semula di saat Nuha hampir lupa bagaimana rasanya jatuh cinta. Namun, sebelum dia memilih siapa yang patut dimiliki, Nuha harus memilih dirinya sendiri dahulu. Kerana cinta bukan tentang siapa yang tinggal... Tetapi siapa yang sanggup pulang. "Kadang yang jauh bukan jarak... tapi hati yang belum sedia untuk pulih." Based on true story ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines