HARI INI #1

HARI INI #1

  • WpView
    LECTURAS 18
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, dic 17, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
Membacanya jangan sampai terenga,bacanya dalam hati saja biar lebih terasa.Selamat membaca PONSEL yang baterainya lemah kini sembari dicas, wi-fi yang selalu menyala kini diganti dengan data seluler karena setiap langkah kaki yang jatuh kebumi kau menyertai. Manusia yang kusapa kemarin sore, tak lagi menoleh. Libur telah memisahkan kedua manusia yang malu rasa, membuat rasa otak menjadi bungkam tanpa kabar dari sang impian. Perjalanan hati yang melelahkan tanpa minuman Sekolah telah menyatukan suatu raga tapi enta dengan jiwa,keinginan yang selalu kupadukan dengan sikap entah kenapa mata terlelap. Impian dari sosok kebahagian masih tertawa dan luka tak berdaya melihat tawanya. "Kini bangku menjandi korban transisi" Sekolah telah membuat hobi kita sama,impian suka menulis jawaban yang diberikan dan ku suka menulis kenangan yang impian tinggalkan
Todos los derechos reservados
#19
bukancerita
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sampai Sini [End]
  • Rintik Rindu
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • RUMPANG RAMPUNG
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • CERPEN (END)
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • ZEEDIEN  [End]
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]

𝘼𝙠𝙪 𝙧𝙚𝙡𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙪𝙣 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪𝙣𝙮𝙖, 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙡𝙖𝙧𝙖𝙨𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙠𝙞 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙩𝙧𝙤𝙩𝙤𝙖𝙧-Naya Kalau di pikir-pikir lagi, banyak kenangan yang tidak tahu harus di simpan di mana. Seperti, aku harus apa ketika kenangan itu terputar jelas dalam ingatan? "Aku menyukainya sendirian, mencintainya sendirian, bahagianya sendirian, cemburunya sendirian, sedihnya sendirian dan mengakhirinya sendirian bahkan sekarang melupakannya sendirian. Gak adil yah?" Iya. Tapi aku tidak bisa menyalahkan siapa-siapa disini. Menyalahkan dia? Emang dia buat salah apa? Aku terlalu terbawa perasaan ketika laki-laki itu melakukan aksi sekedar bare minimum. Tapi jika menyalahkan diri sendiri juga, aku tidak salah. Perasaan itu datang bukan di rencanakan. Berasa lagi nyalahin penjahat tapi penjahatnya tidak tahu siapa. Karena, Di antara kita tidak ada yang menjadi pelaku atau pun korban. Namun, bolehkah aku sedikit berharap? ✨️ bonus playlist spotify! baca sambil dengerin lagu yang di rekomendasikan😇❣️ Disclaimer! Penulis masih berkelahi dengan typonya😘 Cerita ini hanya cerita biasa, bukan spesial apalagi penting. Start: 09 September 2023 Finish: 05 Juli 2024

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido