My Brother

My Brother

  • WpView
    Reads 3,409
  • WpVote
    Votes 151
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 7, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang kakak yang jatuh cinta kepada adiknya sendiri? Mungkin hal ini akan terdengar aneh ditelinga orang, namun untuk apa mendengarkan pendapat orang lain yang tak suka? Aku hidup bukan untuk membuat orang lain bahagia. "Kakak gak mungkinlah ninggalin kamu, Naira kan harta karun satu-satunya kakak. Kamu bahkan lebih berharga dibanding semua uang harta berlian yang kakak miliki" "Kakak janji kan?" Naira mengacungkan kelingkingnya untuk membentuk perjanjian antara kakak dan adik itu "Iya, kakak janji gak bakalan ninggalin kamu. Karena kakak sayang, suka, plus cinta sama Naira" William mambawa Adiknya kekasurnya dan segera beranjak keluar dari kamar Naira. "Sayang?, suka? Plus cinta?" Gumam Naira namun tak didengar oleh William karena jarak mereka yang semakin jauh. Wajah Naira kembali merona, ada apa ini? Ia sangat paham kalau William itu hanya bilang seperti itu karena mereka itu bersaudara. Bukan karena ia memiliki rasa kepadanya. "Tidak-tidak! Dia itu kakakku! Kak William tidak mungkinkan ada perasaan sama aku?"
All Rights Reserved
#162
adik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Disguise... [END]
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Not The Wrong
  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • Become Baby Boy✓
  • Bad Papa
  • Love With My Brother [OPEN PO]

[Cerita kedua yang Saki buat di Wattpad, tahun 2014, masih sangat belajar waktu itu. Maka dari itu maaf kalau alay dan gaje. Manusia hidup nggak langsung dewasa, kan?] 😂😂😂 "Jangan sampai lo jatuh cinta sama gue." Zia menoleh tidak percaya, menghadap Ardi yang kini asik duduk santai di tempat tidurnya. "Hah! Tenang saja! Gue nggak akan jatuh cinta sama lo, kok! Idih kepedean banget sih jadi orang?" Cibir Zia kesal. Kok bisa-bisanya ada mahluk sepercaya diri itu. "Bukan gitu, makanya kalau orang lagi ngomong dengerin dulu sampe selesai. Maksud gue, gue nggak akan bilang hal kayak yang tadi gue bilang itu. Gue nggak bakal ngelarang lo jatuh cinta sama gue. Ya secara gitu banyak cewek di luar sana yang ngelihat gue aja mereka langsung jatuh cinta. Masa iya gue ngelarang istri gue sendiri jatuh cinta sama gue, ya nggak? Jadi kalau lo cinta sama gue duluan bilang aja, mungkin bakal gue pertimbangkan..." Timpal pria itu tanpa beban. Reaksi Zia? Jangan ditanya, gadis itu sudah memutar bola mata malas dan hampir muntah karena muak mendengarnya. Ya Tuhanku... boleh nggak sih Zia lempar sisir yang ada di tangannya itu ke mulut lawan bicaranya? Kok ada sih spesies macam ini, jadi suami Zia pula. Entah harus punya kesabaran sampe mana untuk menghadapi mahluk macam dia. Cerita lengkap bisa dibaca di applikasi KUBACA, bisa cari akun sa_saki di sana. Thank you :D Published Januari 2014

More details
WpActionLinkContent Guidelines