Semua Untuk DEA

Semua Untuk DEA

  • WpView
    Membaca 7
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Des 17, 2019
"Apakah kamu masih merasakan cinta mu pada Ajeng, Rian?" tanya Vio. "Tentu saja, Vio. Cinta ku pada Ajeng adalah cinta yang abadi dan kekal di hatiku. Dialah cinta sejatiku. Sampai kapan pun walau bayang-bayangnya terus menghantuiku, aku akan tetap menyuburkan cintaku itu padanya karena hanya dengan cara itulah menurutku aku bisa membayar kesalahanku padanya." "Berarti, tentu kamu juga merasakan cinta pada Dea?" selidik Vio. "Aku tidak tahu, Vio. Tapi terus terang, aku ingin sekali mencintainya, memanjakannya untuk menebus kesalahanku padanya. Tapi, aku rasa sampai kapan pun aku hanya bisa bermimpi untuk melakukannya, selama bayang-bayang Ajeng yang selalu menghantuiku itu terus menyatu dalam dirinya." desah Rian mengeluh.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tunduk: Malam-Malam Milik Tuan
  • Tentang Kita
  • KARAFERNELIA
  • JANGAN PANGGIL AKU LARAS
  • Hukum Cinta || OhmNanon
  • last hold S2 ✓
  • perfect love
  • 36 days with you {saida} [End]
  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️

Di balik kemewahan rumah besar milik keluarga pengusaha yang menjadi tangan kanan kerajaan, ada hubungan yang tak terlihat, tumbuh diam-diam sejak kecil - dan makin lama, makin mengikat. Jimmy, satu-satunya pewaris kekayaan keluarga itu, tumbuh dikelilingi kekuasaan dan kemewahan. Sementara Ohm, anak dari kepala pelayan utama, lahir dan besar di balik lorong-lorong sunyi, belajar menunduk sebelum bicara. Mereka tumbuh bersama-berbeda dunia, tapi saling mengenal lebih dari siapa pun. Namun waktu mengubah jarak. Jimmy tak lagi melihat Ohm sebagai teman masa kecil. Ia melihat sesuatu yang lebih. Keinginan yang tak cukup dipuaskan hanya dengan pelayanan. Ia ingin penyerahan. Kendali. Kepatuhan tanpa syarat. Dan Ohm... tak pernah benar-benar diajarkan bagaimana cara berkata tidak padanya. "Aku mau kamu ada di sampingku," kata Jimmy suatu malam, saat rumah sepi dan langkah kaki pelayan sudah menghilang dari lorong. "Kamu tahu aku selalu di sini," jawab Ohm pelan. Jimmy menggeleng. "Bukan sebagai pelayan." Ohm menatapnya. Nafasnya tersendat. "Lalu sebagai apa?" "Sebagai milikku." Diam mengisi ruangan. Tapi bukan penolakan yang datang setelahnya. Karena sejak dulu, tanpa disadari, Ohm memang selalu belajar untuk tunduk padanya. Dan malam itu-tanpa suara, tanpa janji, hanya lewat cara mereka saling menatap-Jimmy tahu, malam-malam berikutnya akan menjadi miliknya sepenuhnya. Bukan karena ia memaksa. Tapi karena Ohm memilih menyerah. Padanya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan