We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Semua Untuk DEA

Semua Untuk DEA

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 17, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Apakah kamu masih merasakan cinta mu pada Ajeng, Rian?" tanya Vio. "Tentu saja, Vio. Cinta ku pada Ajeng adalah cinta yang abadi dan kekal di hatiku. Dialah cinta sejatiku. Sampai kapan pun walau bayang-bayangnya terus menghantuiku, aku akan tetap menyuburkan cintaku itu padanya karena hanya dengan cara itulah menurutku aku bisa membayar kesalahanku padanya." "Berarti, tentu kamu juga merasakan cinta pada Dea?" selidik Vio. "Aku tidak tahu, Vio. Tapi terus terang, aku ingin sekali mencintainya, memanjakannya untuk menebus kesalahanku padanya. Tapi, aku rasa sampai kapan pun aku hanya bisa bermimpi untuk melakukannya, selama bayang-bayang Ajeng yang selalu menghantuiku itu terus menyatu dalam dirinya." desah Rian mengeluh.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cyber Security (Love In The Rainy Season)
  • •Believe In You Love•
  • Everything for Jeane
  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • Devil in Your (ANGGARANTA)
  • 36 days with you {saida} [End]
  • Mahligai Sunyi
  • Happiness to your (2jae)
  • Hukum Cinta || OhmNanon
  • JANGAN PANGGIL AKU LARAS

Hachi terisak makin dalam, rasa takut dan bingung tumpah bersamaan. "Aku takut, Kak... Aku bingung sama perasaan sendiri. Aku lemah..." Hoshi menatap adiknya dengan mata yang berkabut. Tangannya tak lepas dari wajah Hachi, seperti mencoba merangkul segala kepedihan yang berusaha disembunyikan adiknya itu. "Nggak apa-apa. Cinta memang rumit, Hachi. Makanya Kakak membatasi kamu, biar kamu nggak dimanfaatkan. Aku nggak mau kamu terluka." Hachi mengepalkan tangannya, air mata jatuh tanpa henti. "Aku iri sama Kakak dan Souta. Seolah-olah... aku cuma ditakdirkan merasakan cinta, tapi nggak untuk bersama."

More details
WpActionLinkContent Guidelines