ZAZA
  • WpView
    LECTURAS 441
  • WpVote
    Votos 102
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, abr 29, 2020
Zaiko kioto atau yang sering disapa dengan Zaiko.Dia merupakan anak nakal yang sering membuat ulah dimana pun dia berada,Zaiko merupaka anak orang kaya namu sayang kedua orang tuanya hanya memikirkan uang,uang dan uang. "Gua benci punya orang tua yang hanya memikirkan pekerjaanya dan tanpa memerdulikan anak kandungnya sendiri" "Andai gua tidak terlahir di dunia ini,gua bakal buat mereka nyesal pada saat waktu yang tepat" "Maksud kamu gimana sih?aku enggak paham" "Lo gak perlu paham,lo cukup selalu ada disamping gua aja"
Todos los derechos reservados
#355
cerewet
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BUMANTARA
  • LALA
  • Silence In Their Minds
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • DEDEL(Zeedel)                                         (Slow Update)
  • Harumi (END)
  • Marakarma
  • The Nerd (COMPLETED)
BUMANTARA

PLAK!!! Suara tamparan keras yang menghantam pipi seorang gadis yang tengah meringkuk di atas dinginnya lantai toilet. Gadis itu tak melawan, dia hanya diam sambil menatap nanar pada lantai, dia Naya Rivera. "ANJ**G! gak guna lo!" maki seorang siswi itu, sambil sesekali menendang tubuh gadis malang itu. "Maaf." ucap Naya itu dengan nada bergetar, hanya kata itu yang bisa dia ucapkan di balik rasa takutnya. Cih! Bukannya merasa kasihan, siswi itu malah semakin membabi buta dengan menarik keras rambut Naya, lalu mencengkram kuat-kuat rahang Naya. "Apa? maaf lo bilang?! Kata maap lo gak cukup buat nilai tugas gue jadi 100 tolol! Dasar anak pelac*r!" keras dan tidak tahu rasa terima kasih, itulah Rossalia Maharani. Menjadikan Naya sebagai budak untuk mengerjakan semua tugasnya. Naya memang terkenal akan sifat lugu serta kepintarannya, dan Rossa berpikir bahwa mengapa dia tidak memanfaatkan itu semua bukan? Tuntutan akan keluarga Rossa, yang menekan anaknya untuk menjadi yang paling utama dalam hal apapun, apalagi masalah prestasi di sekolahnya. Bagi Naya, sekolah ataupun rumah itu sama saja, iya sama saja tempat yang menyakitkan. Disaat orang lain merasakan rumah menjadi tempat ternyaman, namun itu tidak berlaku bagi Naya. Tamparan bahkan pukulan sudah menjadi bagian yang Naya dapatkan setiap harinya. Tak ada yang menyayanginya, tak ada yang mampu mengerti keadaannya, tak ada seorangpun. Ibu nya? Tidak, dia sama saja seperti orang lainnya. Teman? itu apa lagi, Naya sama sekali tidak mempunyai teman. "Mana ada orang yang mau berteman dengan orang udik seperti saya" pikiran itu yang selalu tertancap keras di pikirannya. Apakah Naya mampu melawan setiap kesedihan nya? Akankah Naya merasakan kebahagiaan seperti yang orang lain rasakan?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido