My Cold Boy 'Rafan'

My Cold Boy 'Rafan'

  • WpView
    GELESEN 14
  • WpVote
    Stimmen 4
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Jan. 1, 2020
Cerita ini tentang DIA. iya, DIA. DIA yang tak pernah menganggapku ada, yang tak pernah melihat kearahku. Tapi, kalian hanya perlu tahu satu hal yaitu "DIA baik dengan caranya sendiri" dan Aku suka itu Aku tidak berubah, tidak pernah berubah. Bukan aku yang berubah, tapi caramu memandangku yang berubah.Jika bisa aku ingin memutar kembali waktu. Jika bisa aku ingin kamu yang dulu. Aku tidak pernah tahu apa yang membuatmu berubah. Aku ingin kembali dimana kita menjadi teman baik, tanpa ada kecanggungan, tanpa ada rasa ragu.-Sha Maaf, aku seperti ini. Karena, aku sadar kamu bukan seperti kamu yang dulu. Tapi, tidak bisa kupingkiri diriku menginginkan yang lain. Tidak bisakah kita menjadi dekat seperti dulu, meski hanya sebatas teman? Mungkin yang kau lihat hanya kebungkamanku,hanya diamku. Tapi, dibalik semua itu aku selalu mengamatimu. -Fan Langsung baca aja ya gaiseu😘☺
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Ex or New? [REVISI]
  • Audrey (New version)
  • Persona
  • JEDA CERITA KITA
  • Dear You
  • About Time
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • HE IS MARCH

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien