Conflicting Meeting

Conflicting Meeting

  • WpView
    Прочтений 121
  • WpVote
    Голосов 11
  • WpPart
    Частей 3
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published пнд, мар. 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
PERTEMUAN YANG BERTENTANGAN. "Ciee bareng ciee!! Gak lama jodoh nih!!" Seru Rion menjodoh jodohkan Athala dan vella. "Gak sudi!" tegas Athala dan melihat penampilan Vella dengan mata sinisnya. Yang merasa dilihat pun langsung menoleh dan berdiri dari tempat duduknya. "Lo pikir gue sudi?" tak terima dengan ucapan athala yang menurutnya sangat membuatnya naik pitam. "Ckk, wanita kayak lo gak jauh beda sama wanita lain!" ucapan Athala benar benar membuat vella naik pitam. "Gue gak suka yah! Kalau ada orang yang sama samain gue sama orang lain!! Setiap orang itu berbeda beda dan lo!" Vella menunjuk muka Athala dengan muka yang memerah. "Dan lo gak bisa samain gue sama orang lain dengan pengelihatan lo!" tegas Vella penuh penekanan dan langsung saja Della, Adara dan Riella menenangkan emosi Vella yang meledak ledak itu. Akankah mereka bisa damai? Atau Akankan mereka bisa saling melengkapi satu sama lain?
Все права сохранены
#622
mantan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Hopeless
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • Gadis Brengsek✔
  • Rekal Rara [END]
  • Back For Me (Completed)
  • Imperfection : Trapped With Troublemakers✓ [Republish+Remake]
  • Penuh Luka (On Going)
  • Love & Enemy
  • Valcano
  • STORY KEISHA (TAMAT)
Hopeless

Repost update rutin setiap Rabu, Jumat dan Minggu di jam 8 malam :"-) :::: Kita adalah kisah happy ending dengan epilog yang menyakitkan. :::: "Sakit." Bukan. Bukan lukanya namun perasaannya. Ia menarik napas panjang, dadanya teramat sesak, bahkan bernapas pun begitu menyakitkan. "Tuhan, tolong dengar, aku mau pulang." Lirihan yang penuh duka keluar begitu saja. Semesta seolah senang melihat senyum di sudut bibir Jeslin bertambah pudar. "Aku hanya penikmat luka yang tidak pernah mengerti cara untuk sembuh." "Terluka lalu lupakan" "Sulit, tapi aku sanggup." "Terima kasih atas semua luka yang tak pernah berujung."

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту