Ryan,Yudhis,Arfan,Arsen,Shelia,Naura dan Sri merayakan kelulusan SMAnya dengan pergi ke sebuah tempat,awalnya Ryan mengajak semua temannya untuk pergi mendaki gunung,namun Naura dan Yudhis tidak setuju dengan rencana Ryan,terlebih Sri yang sering sakit sakitan.
Yudhis mencetuskan idenya untuk pergi berlibur ke sebuah pantai yang sangat jauh dari perkotaan,pantai itu berada di pedesaan,dulu Yudhis pernah pergi bersama keluarganya ketika ia masih SD,dan entah masih ingat atau tidak jalan menuju pantai itu.
Semua menyetujui ide Yudhis,namun meski Arfan agak sedikit ragu untuk menyetujuinya,tapi apa boleh buat,jika semua temannya setuju,maka dirinyapun setuju.
semua rencana liburan yang telah mereka susun gagal,sore itu hujan sangat deras,ketujuh orang itu bingung akan singgah sementara di mana,tak ada rumah di pinggir jalan,bukan hanya itu,Yudhis lupa ketika ada dua jalan,ke kanan atau ke kiri,hingga akhirnya mereka memilih jalanan yang salah.
"Tolong Aku..." Rintih seseorang,rintihannya terdengar seperti anak kecil,namun entah dimana.
"Aku mau main.." rintihan itu kembali terdengar.
Setelah mendengar suara rintihan itu,tak lama Sri tak sadarkan diri,jiwanya diambil alih oleh pemilik suara rintihan tadi.
"Aku mau main"ucap Sri,jiwanya sudah diambil alih arwah suara anak kecil.
yuk,temukan kisah lanjutan mereka di cerita ini;)
#18-12-2019
(17+)
Hirate Yurina, gadis lugu dan pendiam, menjumpai banyak masalah dalam hidupnya. Kesedihan melilitnya, hingga ia hampir kehabisan nafas. Hatinya membeku. Senyum yang selalu dipasangnya runtuh.
Saat itulah ia menemukan matahari yang dapat melelehkan beku hatinya, membebaskan lilitan kesedihannya, melukiskan senyum di wajahnya.
Shida Manaka, gadis ceria dengan hati yang hangat. Ia tak pernah benar-benar tertarik dengan seseorang hingga ia bertemu dengan seorang gadis yang dingin.
Ia tak ingin peduli, namun kegelapan gadis itu justru menyedotnya, menariknya lebih dalam, hingga ia terpenjara dalam rasa yang bahkan ia sendiri tidak mengerti.
Hubungan dua insan dengan segala kerumitannya memang tidak pernah membosankan untuk di bahas. Mimpi... Ilusi... Khayal... Saat kau tak lagi mengerti hangat karena menggigil dalam dingin. Mungkin juga tak lagi mengerti kebahagiaan karena dijerat oleh kesedihan. Terpenjara... Sendirian...