We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Orbit!

Orbit!

  • WpView
    Reads 164
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 28, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Kamu itu Bulan dan aku itu matahari , kita itu sebenrnya sama tapi kita gabisa bersatu. - Kapan potongan puzzle ini bisa menyatu??? Tak bisa atau memang bukan waktunya? - Kenapa takdir ga pernah berpihak pada kita?! Sampai kapan akan seperti ini? Dimana matahari yang dulu selalu bersama saya? Redup! Kita , dua sahabat yang bermulai dari rasa yang biasa lalu akankah rasa itu tumbuh beda? Dimana matahari yang selalu menyinari hari hariku? Masih ada atau sudah pergi mencari bulan yang lainnya? Saya disini masih dan tetap akan menunggu kamu walaupun sudah tergantikan. - Bulan - Mau kamu menjauh atau dipisahkan dari saya , saya akan selalu ada di dekat kamu . Karna kita memang satu Orbit!! ---------- hayy gaess! udah lama banget aku ga back to wattpad dan akhirnyaa aku back! seneng banget akhirnya dapet ide buat bikin nih cerita dan tentunya dengan alur yang ga biasa:> pokoknya semoga suka sama cerita ini dan votee trs supaya aku nambah semngt buat ngelanjutinnya T-T bye bye anda see you all!!!!!!
All Rights Reserved
#740
fiksipenggemar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • langit biru
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • Mentarinya Sang Rembulan (Tamat)
  • [3] ALONE [END] ✓
  • ALETHA ( Completed )
  • Tentang Rindu [Sudah Diterbitkan]
  • Kanaya & Devano [END]
  • about us and him ✔️
  • My Absurd Ex [END]

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, siap tidak siap kita harus siap. Jalan takdir yang berbeda mengantarkan mereka pada sebuah pertemuan, dua insan yang tak saling kenal itu bertemu untuk yang pertama kalinya. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun hingga seterusnya sampai benih benih cinta diantara mereka bertemu. "Lang kalau aku jadi bulan kamu jadi apa?" "Hmm akuuuu... Aku langit nya." "Kok langit sih kan masih ada yang lain bintang atau senja gitu." "Kamu pernah liat langit ninggalin bulan?" Perempuan itu menggeleng. "Pernah liat langit ninggalin bintang?" "Nggak pernah langit" ucapnya masih sedikit bingung. "Jadi kamu ngerti kan kenapa aku mau jadi langit?" Langit menatap lekat wajah perempuan di depanya. "Jadi kamu nggak bakalan ninggalin aku kan?" "Sesuai nama aku ( langit) aku nggak akan pernah ninggalin kamu". Langit mencuim kening keyra, memberikan pelukan yang hangat kepada gadis itu. *jangan takut akan sebuah perpisahan, karena sejatinya perpisahan adalah bagian dari pertemuan* (Gimana jalan cerita cinta keyra dan langit? Mau tau akhirnya. Baca dulu awalnya 😀)

More details
WpActionLinkContent Guidelines