EMBRACE YOUR FLAWS

EMBRACE YOUR FLAWS

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 28, 2020
Jana selalu merasa ada yang salah dengan dirinya, merasa bahwa diriya tidak cukup pantas untuk dicintai dan disayang oleh kedua orang tuanya. Hingga orang tuanya lebih memilih melimpahkan seluruh perhatian dan kasih sayang pada Jani, kembarannnya. Jani selalu mendapatkan apapun, sedangkan Jana selalu mengikutinya atas permintaan kedua orang tuanya. Bertahun-tahun diam dan menahan sendiri rasa sakit, akhirnya ia mengambil tindakan yang mampu mengubah hidupnya. Akankah hidupnya jauh lebih baik? Atau justru sebaliknya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sour Seventeen
  • GLANCE
  • A Lesson For Us
  • Look At Me Now
  • Why?
  • RAINA (COMPLETED)
  • Why Me
  • Summer Triangle  (Revisi)

Kalau kamu cari Main Lead cowok bad boy, geng motor dan posesif, disini bukan tempatnya :) Ini cerita tentang Jina yang jatuh cinta untuk pertama kalinya pada Juna, cowok nyebelin dan ambis parah di SMAN Lumina. Bisakah Jina mengambil hati cowok itu? -- Jina tidak pernah benar-benar merasakan hangatnya kasih sayang di rumah. Dia tumbuh menjadi gadis ceria yang pura-pura kuat, sampai akhirnya jatuh cinta untuk pertama kali dengan Juna - cowok tinggi, manis, tapi sibuk dengan dunianya sendiri. Demi bisa dekat, Jina rela pindah sekolah dan melakukan banyak hal untuknya. Di tengah kisah cinta sepihaknya, Jina bertemu orang-orang yang mengajari arti keluarga, persahabatan, dan keberanian buat jadi diri sendiri. Meski sering disakiti perasaannya, Jina tidak pernah menyerah. Karena baginya, masa remaja itu tentang belajar merasakan semuanya - Tapi apa Jina bisa terus bertahan dengan sikap cuek Juna? Dan mungkinkah cintanya yang selama ini dipendam, akhirnya bisa terbalaskan? "Cinta pertama itu susah dilupain, apalagi kalau dia masih di depan mata." Cover pict from pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines