NARA'S LOVE [END]

NARA'S LOVE [END]

  • WpView
    LECTURAS 84,338
  • WpVote
    Votos 1,950
  • WpPart
    Partes 52
WpMetadataReadConcluida mié, abr 22, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
[BAHASA KURANG BAKU, MASIH DALAM PROSES REVISI, 17+ TAMAT] Saat ini Jarak dan waktu menjadi penghalang untuk kita Tapi itu tak akan membuatku mundur Aku akan tetap disini menunggumu Setelah kita kembali bersama Tanpa terhalang jarak dan waktu Aku tidak akan membiarkan mu Jauh apalagi pergi dari hidupku ~Aulia Naynara Jovan~ Saat ini seorang gadis sedang berdiri di rooftop sambil memandang keindahan bintang bintang di langit malam. Dia terlihat sangat sangat sedih, karena air matanya tak henti hentinya mengalir di pipinya. Entah sudah berapa lama ia berdiri di sana. Mungkin sudah hampir 3 jam lamanya, dan sekarang sudah larut malam, tentunya suhu udara menjadi lebih dingin. Tapi gadis itu tetap setia berdiri di sana.
Todos los derechos reservados
#212
nikahsma
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Diksi Matahari ⛅ (TAMAT)
  • The Fate Of My Life (END)
  • Restu Tuhan
  • AKSARA
  • ARGARA: Cold Husband [ REVISI ]
  • Aerilyn
  • JEANDRA MARCELL
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • ANGKANA [ End ]

" Dalam upaya ku melupakanmu ternyata gagal, jujur bertemu denganmu kembali bukanlah wishlist lagi dalam hidupku. Kamu memang melukaiku, tapi aku tidak pernah merasa terluka. Mencintaimu mungkin akan bertahan seumur hidupku dan kini aku mulai terbiasa dengan itu. Menanggis bukan lagi sesuatu yang baru, ada banyak trauma dalam hidupku. Tapi jujur aku sangat kecewa, bila ternyata namamu ada dalam daftar itu. Senang bisa melihatmu kembali dalam hubungan kita yang pura - pura lupa. Tapi aku tau satu hal yang kamu tau, bahwa kamu tau aku benar - benar sakit sekarang " ~ Raineiza Danula Nutallu -----------------++++ " Semua sudah jauh berlalu, kapal itu sudah karam Do. Tidak ada satupun nahkoda yang akan mampu mengemudikannya lagi dan tak ada satu pun seseorang yang bisa memperbaikinya. Kapal itu sudah tenggelam terlalu dalam, ia sudah mati bersama dengan gelapnya lautan," " Maaf Za, untuk kesekian kalinya. Tapi apa kamu yakin telah melupakanku. Aku gak percaya Za, kalau emang iya. Coba sekarang kamu tatap mataku," ucapnya. Ia mendekatkan wajahnya ke arahku dan mencoba membuatku menatapnya. Itu membuatku sangat tersiksa dan membuatku seketika menanggis. " Kamu gila," bentakku dan seketika aku mendorong tubuhnya hingga terdorong ke belakang. " Berhenti melakukan hal gila Neddo, aku memang masih cinta sama kamu bahkan tidak kurang sedikit pun sejak dulu dan tiada satu hari pun dalam hidupku tidak ku lakukan untuk tidak berusaha melupakanmu. Jadi menjauh lah dariku, karena meski perasaanku sebesar itu. Aku tidak pernah berharap untuk bisa kembali bersamamu dengan alasan apapun itu," bentakku. Aku yang masih menanggis berjalan menjauh meninggalkannya yang kini masih diam membisu di tempatnya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido